Analisis Laporan Keuangan: Pengertian, Tujuan, dan Jenisnya

Laporan keuangan memang terlihat mudah, namun kenyataannya untuk membuat laporan keuangan yang tepat tentunya tidak semudah membalikan telapak tangan, hal tersebut dikarenakan ada berbagai komponen yang perlu diperhatikan. Kamu juga harus sangat teliti dalam membuatnya sehingga tidak terjadi selisih.

Jika kamu masih bingung mengenai hal-hal yang berkaitan laporan keuangan, maka bisa melihat pembahasan kali ini. Bagi orang awam, menganalisis laporan keuangan butuh ketelitian dan keahlian dalam perhitungan angka serta akuntansi. 

Selain itu, kamu juga perlu mempelajari tentang apa tujuan dari analisis laporan keuangan, jenis-jenis, dan lain sebagainya. Maka itu, simak pembahasan ini hingga usai, yaa!

Laporan Keuangan

Laporan keuangan sendiri memang sangat penting. Bisa dibilang, laporan keuangan adalah catatan perusahaan yang wajib dibuat dan dimiliki dan berfungsi pula untuk laporan pajak dan audit keuangan. 

Terlepas dari hal itu, fungsi laporan keuangan adalah agar bisa mengetahui arus kas, keuntungan, dan kerugian dalam suatu perusahaan atau bisnis.

Jika laporan keuangan telah selesai dibuat maka laporan tersebut harus dianalisis terlebih dahulu. Tujuan analisis laporan keuangan adalah untuk bisa mengetahui hal-hal apa saja yang berhubungan dengan kesehatan finansial bisnis atau perusahaan terkait.

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, laporan keuangan dibuat bukan hanya sekadar penulisan saja karena ada beberapa komponen yang perlu diperhatikan. Selain itu, penulisan laporan keuangan juga beragam, seperti analisis persentase perubahan, analisis industri, analisis common size, dan analisis trend.

Walaupun keempat teknik tersebut memang mempunyai fungsi yang berbeda-beda, tapi semuanya bisa memberikan gambaran mengenai potensi dari finansial suatu perusahaan.

Apa Tujuan Analisis Laporan Keuangan?

Laporan keuangan sendiri adalah proses penjelasan pos-pos keuangan sehingga menjadi unit informasi yang lebih kecil lagi. 

Ada 9 tujuan dari analisis laporan keuangan yang perlu kamu ketahui, antara lain sebagai berikut:

  1. Dijadikan sebagai bahan pertimbangan bagi para investor untuk bisa berinvestasi di perusahaan yang diinginkan.
  2. Laporan keuangan memberikan informasi yang jelas terkait dengan kesanggupan perusahaan untuk mengembalikan pinjaman uang beserta dengan bunganya.
  3. Sebelum kerjasama dilakukan dengan pemasok, maka perusahaan wajib melakukan analisis terhadap kondisi keuangan di perusahaan tersebut, profitabilitas pemasok, dan tentunya apakah perusahaan mampu dalam melunasi kewajibannya nanti.
  4. Bisa digunakan agar dapat mengetahui informasi terkait dengan pelanggan yang sanggup atau tidak dalam memenuhi kewajibannya.
  5. Agar bisa mengetahui apakah perusahaan mempunyai prospek yang baik atau sebaliknya.
  6. Bahan acuan oleh pemerintah agar dapat menentukan besaran pajak yang harus dibayarkan perusahaan.
  7. Analisis laporan keuangan dibuat agar bisa menentukan perkembangan di perusahaan karena dapat dijadikan acuan oleh pimpinan perusahaan sehingga penyusunan strategi untuk ke depannya bisa dilakukan.
  8. Tujuan yang selanjutnya yaitu agar bisa mengetahui kondisi dari keuangan pesaing.
  9. Dan yang terakhir, bisa digunakan untuk mengetahui besarnya kerugian yang dialami oleh perusahaan tersebut.

Jenis-Jenis Analisis Keuangan

Ada dua jenis analisis keuangan yang paling umum digunakan oleh perusahaan, antara lain sebagai berikut:

  1. Analisis horizontal & vertikal

Analisis horizontal & vertikal ini terdiri atas adanya perbandingan data keuangan pada tahun terakhir dengan data keuangan yang ada di tahun-tahun sebelumnya. Jenis yang satu ini juga disebut dengan analisis trend, lalu lebih sering dinyatakan dengan istilah mata uang atau moneter dan persentase.

Mengenai perbandingan jumlah mata uang, pastinya akan memberikan analisis terkait dengan berbagai aspek yang mungkin saja ikut serta secara signifikan terhadap profitabilitas suatu bisnis.

Sedangkan, untuk analisis vertikal ini dilakukan dengan membandingkan hubungan yang ada di setiap komponen dengan total akun pada laporan keuangan tunggal. Analisis vertikal bisa diterapkan untuk akun untung dan rugi dengan menjabarkan tajuk standar sebagai persentase dari jumlah total omzet tahunan yang ada.

Hal tersebut akan memudahkan kamu untuk bisa mendapatkan informasi jika pembagian pengeluaran, biaya, dan juga laba yang berbeda-beda. Dan juga memberikan kemungkinan untuk membandingkan beberapa tahun berikutnya, serta mengidentifikasi suatu trend.

  1. Analisis rasio

Kemudian jenis yang kedua adalah analisis rasio yang bisa digunakan untuk mewakili hubungan berbagai angka di neraca, catatan akuntansi, dan laba rugi yang dibuat oleh akuntan. Rasio juga akan selalu mewakili satu angka yang berhubungan dengan angka-angka lainnya.

Apa saja Kesalahan ketika Melakukan Analisis Keuangan?

Melakukan analisis laporan keuangan memang tak terlepas dari kesalahan, sekalipun kamu sudah meneliti dan memeriksa berulang. 

Berikut adalah beberapa kesalahan tersebut, di antaranya: 

  • Salah dalam membedakan akuntansi akrual dan kas

Akuntansi berbasis kas merupakan proses dari pencatatan transaksi yang mana transaksi mencatat ketika menerima atau mengeluarkan kas. Untuk basis kas, maka pendapatan mencatatnya ketika menerima kas. Sedangkan untuk bagian biaya dicatat ketika mengeluarkan kas.

Misalnya saja, untuk metode kas, pendapatan belum dicatat walaupun jasa atau barang telah diberikan ke pelanggan. Pendapatan baru akan mencatat ketika pelanggan membayar kas ke pembeli. Untuk saat ini, memang metode berbasis kas sudah jarang digunakan.

Hal tersebut berbeda dengan akuntansi akrual yang banyak dipilih dalam proses akuntansi. Akuntansi akrual merupakan proses pencatatan transaksi dalam bidang akuntansi yang mana transaksi dicatat saat itu juga walaupun belum menerima atau mengeluarkan kas.

Pendapatan dicatat ketika terjadinya penjualan walaupun kas belum diterima, sedangkan biaya yang dikeluarkan dicatat walaupun belum mengeluarkan kas.

  • Kesalahan mengklasifikasi laporan arus kas

Pengelolaan arus kas yang benar pastinya akan membuat bisnis menjadi lebih maju dan berkembang. Sebaliknya, jika arus kas buruk maka bisnis yang kamu jalankan pun akan berjalan lambat, merugi, dan ujung-ujungnya akan gulung tikar. Jika hal yang tak diinginkan terjadi maka artinya kamu sudah tidak lagi mempunyai simpanan uang untuk terus menjalankan bisnis.

Kesalahan dalam melakukan klasifikasi laporan arus kas juga cukup sering terjadi. Maka dari itulah, kamu harus memasukkannya ke akun yang tepat dan kategori yang sesuai. Misalnya saja, akun kas yang masuk ke dalam kategori operasional merupakan berbagai transaksi yang menghasilkan lewat bisnis perusahaan.

Kegiatan investasi sendiri asalnya dari apa yang kamu jalankan untuk bisnis, baik itu membeli investasi atau menjualnya. Ada juga kegiatan pendanaan yang berkaitan dengan akun khusus kreditur seperti melunasi pinjaman.

  • Kesalahan pengelompokan di neraca keuangan

Jika kamu melakukan kesalahan penempatan kewajiban di akun yang salah maka jumlah utang pun meningkat. Hal ini tentunya akan membuat perusahaan kehilangan klien. Atau, bahkan investor karena data-data yang kurang stabil ketika analisis laporan keuangan dilakukan.

Maka itu, sebaiknya dalam penulisan laporan keuangan dan melakukan analisis laporan keuangan juga harus sedetail mungkin. Lakukan pengecekan secara berulang sampai kamu yakin tidak ada kesalahan di laporan tersebut.

Laporan Keuangan Lebih Akurat dengan Software Akuntansi Online dari Nesto

Kalau ada yang bisa membuat laporan keuangan dan proses pembukuan lebih akurat, kenapa harus repot bikin sendiri secara manual? Pakai Software Akuntansi Online dari Nesto, aja!

Nesto adalah perangkat lunak yang dirancang oleh tim berpengalaman di bidang akuntansi dan ahli IT agar pelaku usaha lebih fokus mengembangkan bisnis, tanpa dipusingkan urusan akuntansi. Biar #NestoHitungin, kamu cukup memikirkan bagaimana agar usahamu semakin tumbuh dan omzetnya lebih meningkat. Cocok untuk freelancer, UMKM, bisnis yang sedang tumbuh, atau perusahaan berkembang lainnya. Biaya lebih murah, mulai dari Rp180k per bulan. Silakan coba GRATIS 3 bulan Nesto, tanpa kontrak, tanpa biaya apa pun.

Leave a Comment