apa itu umkm

Apa itu UMKM? Pengertian, Jenis, Contoh, Syarat, dan Kriterianya

Pertanyaan apa itu UMKM mungkin sering terdengar, mengingat kini banyak UMKM dan startup bermunculan. Bila diartikan secara sederhana, UMKM adalah kependekan dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. 

Sesuai namanya, UMKM adalah bentuk-bentuk kegiatan usaha yang didirikan dalam skala kecil. Meski begitu, dampak ekonomi UMKM sangat besar bagi perekonomian bangsa, sebab selain jumlah pelaku UMKM yang sangat banyak, kegiatan operasional UMKM juga bisa dijumpai dari pagi hingga malam. 

Dikutip dari Kompas, data statistik Kementerian Koperasi dan UMKM, telah ada 89,2% tenaga kerja yang terserap oleh UMKM pada 2016. Ini artinya, UMKM dapat mengurangi angka pengangguran dan membuka lapangan kerja baru. Di sisi lain, UMKM juga menawarkan peluang bisnis yang menjanjikan terhadap perekonomian nasional. 

Penjelasan lebih lanjut akan dibahas selengkapnya di artikel ini. Yuk, simak penjelasan apa itu UMKM berikut ini.

Apa itu UMKM?

Seperti yang diketahui, UMKM berperan penting dalam sektor ekonomi, industri, sosial, dan kehidupan masyarakat sehari-hari. Jadi apa itu UMKM? Berdasarkan UU No. 20 Tahun 2008, UMKM dijelaskan sebagai suatu badan usaha berskala kecil yang dikelola oleh sekumpulan orang dengan jumlah pendapatan tertentu. 

Walaupun berskala kecil, fakta membuktikan bahwa UMKM dapat menjadi penggerak atau motor kemajuan ekonomi bangsa. UMKM membangkitkan ekonomi suatu bangsa pasca terjadinya krisis. 

Hal ini terbukti pada tahun 1998 di Indonesia, saat terjadi krisis moneter. Ekonomi dan politik negara yang sedang kacau, perlahan namun pasti mampu bangkit didorong oleh faktor ekonomi, seperti UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah). 

Tak salah kalau dikatakan, sektor UMKM menjadi andalan bagi perekonomian negara. Terlebih lagi, dengan UMKM dapat tercipta lapangan kerja yang membantu memperbaiki taraf hidup masyarakat. 

Hampir sebagian besar UMKM bergerak di bidang kuliner, tekstil dan garmen, perdagangan, makanan, produksi mineral non-logam, pengolahan makanan, dan produk kayu. 

Lebih lanjut, dikutip dari statistik Bank Indonesia (BI), bahwa terdapat sekitar 56,54 juta unit usaha atau 99,99% jumlah pelaku UMKM di Indonesia. Ini artinya, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) adalah kelompok usaha yang mendominasi atau mayoritas di Indonesia.

Kriteria UMKM

Setelah paham apa itu UMKM, kamu perlu mengetahui juga beberapa kriteria suatu badan usaha yang dikategorikan sebagai UMKM. Di antaranya: 

  • Sesuai Undang-undang No. 20 Tahun 2008 berkaitan dengan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, UMKM digolongkan menurut jumlah penghasilan bersih (aset) dan jumlah penjualan tahunan (omzet per tahun). 
  • Sesuai Badan Pusat Statistik (BPS), UMKM dikelompokkan berdasarkan jumlah pegawai/jumlah karyawan. 

Berikut beberapa kriteria usaha mikro, kecil, menengah serta badan usaha besar.

1. Usaha Mikro

Kriteria pertama untuk UMKM adalah usaha mikro, yakni usaha yang memiliki kekayaan bersih sekitar Rp50 juta. Biasanya jenis aset berupa bangunan dan tempat usaha ini tidak termasuk dalam perhitungan. Hasil penjualan usaha mikro setiap tahun tidak lebih dari Rp300 juta.

Karakteristik atau ciri khas lainnya dari usaha mikro adalah bentuk usaha yang relatif kecil, belum memiliki sistem administrasi keuangan yang terintegrasi, barang yang ditawarkan terus berubah, serta kadang sulit mendapatkan pinjaman bank. 

Contoh Usaha Mikro yang mudah dijumpai, seperti toko kelontong, warteg, rumah makan tepi jalan/warung kaki lima, dan lainnya. 

2. Usaha Kecil

Usaha kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, baik milik perorangan maupun kelompok dan bukan sebagai badan usaha.

Suatu badan usaha dapat dikatakan termasuk usaha kecil apabila memiliki kekayaan bersih Rp50 juta sampai dengan paling banyak Rp500 juta. Hasil penjualan tahunan perusahaan lebih dari Rp300 juta, maksimal Rp2,5 miliar.

Usaha kecil juga memiliki karakteristik khusus. Artinya, perusahaan yang tidak memiliki sistem pembukuan akan kesulitan untuk meningkatkan skala usahanya dan masih memiliki modal yang terbatas.

Contoh usaha kecil, seperti toko serba ada (toserba), koperasi, mini market, dll. Juga interaksi informal seperti penjual daging, penjual sayur, pedagang kaki lima, dan sebagainya.

3. Usaha Menengah

Pada dasarnya, usaha menengah merupakan suatu kegiatan ekonomi yang menghasilkan produk atau jasa dan tidak menjadi cabang atau anak perusahaan lainnya.

Usaha Menengah memiliki pendapatan tertentu, yaitu antara Rp500 juta sampai Rp10 miliar. Usaha Menengah umumnya memiliki penjualan tahunan rata-rata mencapai Rp2,5 miliar, dan maksimal Rp50 miliar. 

Perusahaan menengah biasanya memiliki karakteristik manajemen bisnis yang lebih modern dan telah menerapkan sistem administrasi keuangan, meskipun dengan model yang minimal.

Biasanya, para pekerja atau pegawai di perusahaan skala menengah telah dilengkapi dengan asuransi kesehatan (BPJS) dan BPJS ketenagakerjaan. Sedangkan untuk perusahaan itu sendiri, paling tidak harus memiliki NPWP, izin usaha, dan legalitas lainnya. 

Contoh usaha menengah, seperti usaha pertanian, perkebunan, peternakan dan kehutanan dalam skala menengah. Tak jarang, usaha menengah juga bergerak di bidang ekspor-impor, seperti perusahaan logam, produsen elektronik, pabrik makanan, dan pertambangan. 

4. Usaha Besar

Terakhir, ada jenis UMKM usaha besar. Di mana usaha besar dijalankan oleh badan usaha dengan penghasilan atau omset tahunan lebih tinggi dari usaha menengah. Misalnya, usaha nasional, usaha patungan, usaha swasta, dan usaha asing yang menjalankan kegiatan ekonominya di Indonesia. 

Jenis usaha ini memiliki aset lebih dari Rp10 miliar dengan omzet lebih dari Rp50 miliar per tahun.

Jenis dan Contoh UMKM di Indonesia

UU RI No. 20 Tahun 2008 terkait UMKM sesuai Peraturan Presiden dibuat untuk melindungi UMKM agar tetap berjalan pada jalur hukum dan kompetisi pasar yang sehat. Dari tahun ke tahun, UMKM terus bermunculan dari skala kecil sampai besar. 

Kamu sudah mengetahui apa itu UMKM dan kriterianya, nah, berikut ini adalah beberapa jenis usaha yang termasuk dalam UMKM:

1. UKM agribisnis

Sesuai namanya, usaha ini bergerak di bidang agro atau pertanian dan peternakan. Misalnya, seperti penjualan bibit sayuran, bibit buah-buahan, maupun penjualan produk agribisnis seperti buah, sayur, kopi, dan lainnya. 

2. UMKM kuliner

Jenis UMKM ini banyak diminati karena tidak pernah mati. Kuliner merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia. Meskipun tren sering berubah dalam waktu singkat, namun kebanyakan bisnis kuliner masih bisa beradaptasi. Pelaku UMKM di bidang kuliner membutuhkan kreativitas dan inovasi agar selalu memikat konsumen. 

3. UMKM Kerajinan dan Souvenir

Lini bisnis yang cukup populer dari UMKM adalah produk kerajinan dan cinderamata yang terbukti efektif di masa pandemi. Sebab, mendorong para pelaku usaha kerajinan untuk terus berinovasi dan mengubah strategi pemasarannya.

4. UMKM Bidang Kebutuhan Sehari-hari

Ada sekitar 3 juta warung atau toko kelontong di seluruh Indonesia. Di mana warung ini berkisar dari pengusaha mikro yang berjualan di halaman belakang, hingga warung yang lebih besar di pasar atau ruko.

Setelah membaca artikel kali ini, semoga kamu bisa memahami apa itu UMKM dan beberapa kriterianya, ya.

Memang masih banyak UMKM di bidang lain yang bisa digarap. Selama kamu terus berinovasi dan mengembangkan kreativitas, bisnis UMKM dapat tumbuh dalam skala yang lebih besar dan berkontribusi bagi kemajuan perekonomian Indonesia.

Mengelola akuntansi UMKM dengan Nesto Accounting Software

Terbukti bahwa UMKM adalah tulang punggung yang turut mendukung perekonomian bangsa. Tingkatkan kemajuan bisnis dengan manajemen keuangan yang modern, rapi, dan sistematis.

cta apa itu umkm

Gunakan Software Akuntansi Online dari Nesto, yang sudah terbukti dapat membantu proses akuntansi ribuan klien bisnis di seluruh tanah air. Pembukuan menjadi lebih praktis, bebas ribet, dan lebih akurat.

Nah, setelah tau apa itu UMKM dan pentingnya pengelolaan keuangan bisnis di dalamnya, kira-kira, bisnis apa yang ingin kamu buka? Jika kamu sudah punya bisnis, yuk, coba sekarang juga Nesto Accounting Software, klik di sini untuk FREE Trial 3 bulan.

Leave a Comment