cover cara menghitung gaji karyawan

Cara Menghitung Gaji Karyawan Bulanan dan Harian Beserta Contohnya

Gaji adalah hak setiap karyawan. Sebagai pemilik usaha, sudah sepatutnya memenuhi tanggung jawab dengan membayarkan gaji secara adil dan tepat waktu. 

Sebagian perusahaan ada yang menghitung gaji karyawan secara manual. Namun, saat ini, hampir sebagian besar perusahaan beralih ke metode terkomputerisasi agar urusan payroll menjadi lebih akurat dan minim kesalahan. 

Terlepas dari sistem payroll yang dipakai, ada beberapa prinsip umum yang berlaku dalam perhitungan gaji karyawan. Di bawah ini adalah panduan yang bisa diikuti untuk mempermudah dan menghemat waktu terkait cara menghitung gaji karyawan.

Bagaimana Cara Menghitung Gaji Karyawan?

Sebelum membahas lebih dalam tentang cara menghitung gaji karyawan, perlu diketahui dulu bahwa terdapat dua status karyawan, yaitu tetap dan tidak tetap. Sebagai contoh, karyawan tetap adalah pegawai yang tidak terikat kontrak sementara dan biasanya mendapatkan benefit yang lebih banyak. 

Sedangkan, karyawan tidak tetap biasanya adalah jenis pegawai yang bekerja dalam jangka waktu tertentu atau sementara. Maka itu, antara karyawan tidak tetap dan karyawan tetap biasanya memiliki metode perhitungan gaji yang berbeda. 

1. Contoh cara menghitung gaji karyawan tetap bulanan 

Untuk lebih jelasnya, mengenai contoh perhitungan karyawan tetap periode bulanan dapat dibuat contoh sbb:

Amir berstatus karyawan tetap dengan gaji Rp6 juta per bulan. Ia sudah menikah dan memiliki 1 anak. 

Maka, cara menghitung gaji karyawan (Amir) adalah sebagai berikut: 

  • Diketahui gaji per bulan Rp6.000.000
  • Potongan biaya jabatan Rp6.000.000 x 5% = Rp300.000
  • Gaji bersih setelah potongan = Rp5.700.000
  • Gaji bersih dalam 12 bulan = 12 x Rp5.700.000 = Rp68.400.000
  • PTKP (Penghasilan Tak Kena Pajak) Kawin 1 Tanggungan = Rp63.000.000
  • PKP (Penghasilan Kena Pajak) = Rp5.400.000
  • PPh 21 Amir = 5 % (lima persen) x Rp5.400.000 = Rp270.000
  • PPh 21 Bulanan = Rp270.000 : 12  = Rp22.500
  • Total gaji karyawan Amir per bulan = Rp6.000.000 – Rp22.500 = Rp5.977.500 

2. Contoh menghitung gaji karyawan tidak tetap bulanan 

Sekarang, kita akan menyusun contoh menghitung gaji karyawan tidak tetap.

Wisnu mendapatkan bayaran Rp5.500.000 sebagai karyawan tidak tetap yang berstatus lajang.

Maka, cara menghitung gaji Wisnu adalah sbb: 

  • Diketahui gaji per bulan Rp5.500.000
  • Potongan biaya jabatan Rp5.500.000 x 5% = Rp275.000
  • Gaji bersih setelah potongan Rp5.225.000
  • Gaji bersih dalam 12 bulan = 12 x Rp5.225.000 = Rp62.700.000
  • PTKP (Penghasilan Tak Kena Pajak) lajang 0 tanggungan = Rp54.000.000
  • Penghasilan Kena Pajak (PKP) = Rp8.700.000
  • PPh 21 Terutang = 5% x Rp8.700.000 = Rp435.100
  • PPh 21 Bulanan = Rp435.100 : 12 = Rp36.250
  • Total gaji karyawan Wisnu per bulan = Rp5.500.000 – Rp36.250 = Rp5.463.750. 

3. Contoh menghitung gaji karyawan tidak tetap harian

Pemerintah memberlakukan ketentuan perhitungan PPh 21 untuk perhitungan upah karyawan secara harian, antara lain:

4. Cara menghitung gaji karyawan mingguan dan satuan 

Katakanlah Andi adalah tenaga harian lajang yang diupah Rp125.000 per unit baju yang bisa diselesaikan. Selama 6 hari, ia bisa menjahit sampai 24 baju. Maka, perhitungan gaji Andi adalah sebagai berikut: 

  • Upah harian Andi selama 6 hari = 24 baju x Rp125.000 = Rp3.000.000 : 6 = Rp500.000 
  • Karena melampaui Rp450.000, maka gaji Andi Rp500.000 – Rp450.000 = Rp50.000 
  • PPh 21 Terutang pada hari ke-6 = 6 x (5% x Rp50.000) = Rp15.000

5. Cara menghitung gaji karyawan borongan

Untuk menghitung gaji karyawan borongan, katakanlah Fandi adalah teknisi listrik untuk acara konser musik. Ia diupah borongan Rp1.000.000, durasi proyek selama 2 hari. 

Maka, perhitungan gaji borongan Fandi adalah :

  • Upah borongan harian Rp1.000.000 : 2 = Rp500.000 
  • Upah melampaui Rp450.000, Rp500.000 – Rp450.000 = Rp50.000 
  • PPh 21 Terutang pada hari ke-2 = 2 x (5% x Rp50.000) = Rp5.000

6. Cara hitung gaji karyawan bulanan

Amelia adalah guru bahasa yang diupah Rp250.000 per hari, selama 20 hari bekerja. Ia sudah menikah, akan tetapi belum mempunyai anak.

Maka, cara hitung gaji Amelia adalah: 

  • Upah bulanan Amelia pada hari ke-20 = 20 x Rp250.000 = Rp5.000.000 
  • Upah bersih 12 bulan = Rp5.000.000 x 12 = Rp60.000.000 
  • PTKP (Penghasilan Tak Kena Pajak) Kawin 0 Tanggungan = Rp58.500.000 
  • PKP (Penghasilan Kena Pajak) = Rp60.000.000 – Rp58.500.000 = Rp1.500.000
  • PPh 21 Terutang dalam 12 bulan = 5% (lima persen) x Rp1.500.000 = Rp75.000
  • PPh 21 Terutang 1 bulan = Rp75.000 : 12 = Rp6.250 
  • Gaji bersih pada hari ke-20 = Rp250.000 – Rp6.250 = Rp243.750

Cara Menghitung Gaji Karyawan dengan Efektif

cta cara menghitung gaji karyawan

Masih kesulitan atau bingung dengan cara perhitungan gaji karyawan di atas? Sekarang, kamu bisa bebas repot dengan mengandalkan Software Akuntansi Online dari Nesto. 

Nesto menyediakan fitur lengkap untuk mengelola keuangan dan pembukuan usaha. Termasuk, payroll, membayar paybills, invoice, hingga perpajakan dan financial statements. Serta, masih banyak lagi fitur canggih lainnya.

Yuk, coba aja sendiri dan buktikan manfaat fitur Nesto untuk usahamu. Klik tautan ini FREE Trial 3 bulan, tanpa ada biaya tambahan apa pun.

Leave a Comment