9 Cara Mengumpulkan Modal Usaha Beserta Contohnya

Gimana cara mengumpulkan modal usaha? Pertanyaan tersebut mungkin menjadi kendala terbesar bagi banyak pengusaha yang baru memulai atau mengembangkan bisnis. 

Menurut studi oleh CB Insights, sekitar 40% startup atau bisnis rintisan gagal karena kehabisan modal. Oleh karena itu, kalau pelaku UMKM pandai mengelola dan mengumpulkan modal usaha, itu akan sangat membantu kelangsungan hidup bisnisnya. 

Dalam artikel kali ini, kita akan berbagi beberapa strategi menarik terkait cara mengumpulkan modal usaha. Inilah daftarnya!

1. Memulai usaha dari kocek pribadi

Di awal memulai usaha, mungkin masih jarang investor yang melirik usahamu. Itulah mengapa, tidak ada ruginya memulai usaha dari dana pribadi. Contohnya adalah Sara Blakely mem-bootstrap Spanx dan menjadi miliarder wanita termuda di dunia.

Spanx menjadi brand pakaian dalam wanita terkenal dengan ide bisnis yang unik, yaitu celana pelangsing tubuh. Karena pada awalnya masih jarang investor yang percaya pada ide bisnisnya, Sara akhirnya merogoh tabungannya sendiri $5.000 dan membangun Spanx pada 1998. 

Saat ini, Spanx telah menjadi startup bernilai lebih dari $1 miliar. Sara tidak pernah mengumpulkan satu dolar pun dari investor luar sejak dia meluncurkan bisnisnya.

Terkadang, kalau kamu yakin dengan ide bisnismu, kamu harus rela menginvestasikan uang pada usahamu sendiri. Oleh karena itu, ini termasuk cara mengumpulkan modal usaha yang bisa dipertimbangkan.

2. Mengubah modal sosial menjadi modal usaha

Salah satu cara mengumpulkan modal usaha bisa kita tiru dari strategi Jack Ma, seorang miliarder dari China yang memanfaatkan modal sosial untuk memulai Alibaba pada tahun 1999. 

Ia mengumpulkan modal dari keluarga, kerabat, teman dekat, rekan kerja, teman alumni, tetangga, dan lainnya. Sebab menurutnya, orang yang secara sosial atau emosional terhubung dengan kita, akan sangat mungkin meminjamkan uang, ketimbang orang lain yang tidak dikenal. 

Ini adalah strategi tepat yang digunakan miliarder China, Jack Ma, untuk memulai Alibaba, raksasa e-Commerce global. Pada tahun 1999, Jack Ma mengumpulkan total $60.000 untuk akhirnya memulai Alibaba.

Ketika Alibaba menjadi perusahaan publik pada tahun 2014, nilainya mencapai $21,8 miliar di New York Stock Exchange dan menjadi IPO AS terbesar dalam sejarah, nilainya juga lebih besar dari gabungan Google, Facebook, dan Twitter.

Akan tetapi, perlu diingat bahwa kepercayaan dan kejujuran adalah kunci mengumpulkan modal usaha dari kerabat atau teman dekat. Jangan sampai kehilangan kepercayaan dan mengkhianati orang-orang terdekat kita hanya karena tergiur uang. 

3. Bermitra dengan pengusaha lain 

Beberapa pengusaha punya uang, tapi tidak punya waktu, ide, atau keterampilan manajemen. Sebaliknya, ada pelaku UMKM yang punya ide bisnis cemerlang, sayangnya ia tidak memiliki modal usaha. 

Nah, dari sinilah muncul peluang kemitraan yang saling menguntungkan. Ibarat pepatah, dua kepala lebih baik dari satu kepala. Oleh karena itu, bermitra dengan pengusaha lain menjadi salah satu cara mengumpulkan modal usaha.

Maka, tidak heran, kalau perusahaan raksasa, seperti Google, Microsoft, Apple, dan lainnya, punya setidaknya lebih dari satu pendiri.

4. Pendanaan usaha dari Angel Investor

Di awal merintis usaha, kadang sulit mendapatkan modal usaha dari bank atau lembaga keuangan. Sebagian besar bank atau investor lebih memilih perusahaan yang sudah mapan agar tidak berisiko merugi. 

Nah, di sinilah peran investor malaikat atau angel investor, yaitu individu atau komunitas yang menanamkan dana pribadinya untuk bisnis yang sedang dirintis atau dikembangkan. Kamu bisa mencari angel investor sebagai cara mengumpulkan modal usaha.

Investor malaikat sering kali adalah pengusaha sukses, karyawan senior yang punya penghasilan tinggi, atau individu dengan kekayaan bersih tinggi dan suka berinvestasi risiko tinggi. 

Salah satu contohnya adalah Facebook. Pada awal 2004, Facebook yang digagas Mark Zuckerberg mendapat suntikan dana dari Peter Thiel. Ia adalah seorang investor malaikat, memimpin investasi $500.000 di perusahaan dengan 10,2% saham ekuitas.

Pada 2011 ketika Facebook menjadi perusahaan publik, investasi malaikat itu bernilai $1 miliar. Karena peluang seperti inilah, investor malaikat berinvestasi lebih dari $24 miliar per tahun di negara-negara maju seperti Amerika Serikat.

5. Promosikan bisnis dan menangkan kompetisi startup

Pada tahun 2016, sebuah bisnis rintisan kecil di Afrika Selatan bernama “Giraffe” memenangkan investasi $500.000 pada kompetisi pitching di Jenewa, Swiss. 

Kompetisi yang dikenal sebagai Seedstars World Summit, menampilkan entrepreneur dan startup secara global kepada investor dan media Internasional. 

Tahun itu, Giraffe mengalahkan 54 finalis lainnya, termasuk 13 dari Afrika untuk memenangkan hadiah utama $500K. Bergerak di bidang pencarian kerja atau head hunter di Afrika Selatan. 

Setiap tahun, ada puluhan kompetisi seperti Seedstars yang memberikan peluang strategis bagi pengusaha dan pemilik bisnis untuk mengumpulkan modal usaha. Ini bisa menjadi cara mengumpulkan modal usaha yang menarik untuk usahamu. 

6. Gunakan aset cadangan

Aset adalah setiap properti atau barang berharga yang kamu miliki. Misalnya, seperti rumah, tanah, kendaraan, perhiasan, saham, obligasi, dan investasi jangka pendek/panjang lainnya.

Aset bisa menjadi sumber modal usaha. Sebab, kamu bisa mengubahnya menjadi uang tunai untuk modal bisnis. Atau, bisa juga dijadikan jaminan/agunan saat meminjam uang ke bank. 

7. Memperoleh modal usaha dari pelanggan

Elon Musk dari Tesla dan SpaceX sangat pandai mengumpulkan banyak uang dari pelanggannya. Ini adalah cara mengumpulkan modal usaha yang kreatif.

Caranya, ketika kamu memiliki pelanggan yang sangat membutuhkan produk atau jasamu, tetapkan metode pembayaran di muka. 

Pembayaran ‘dimuka’ ini biasanya memberi modal yang dibutuhkan untuk menutupi biaya-biaya operasional usahamu. Faktanya, strategi cerdas untuk mengumpulkan modal usaha ini sering digunakan oleh beberapa pengusaha dan jadi bisnis paling sukses di dunia.

Elon Musk, CEO perusahaan mobil listrik Tesla, adalah contoh bagus dari semakin banyak pengusaha, bisnis, dan organisasi yang beralih ke pelanggan mereka sebagai sumber pembiayaan kreatif.

7. Hibah pemerintah, subsidi, pinjaman modal lunak 

Mungkin banyak pengusaha yang belum tahu, sebenarnya pemerintah juga sudah menyiapkan skema modal usaha dengan bunga rendah. Oleh karena itu, ini menjadi salah satu cara mengumpulkan modal usaha yang patut dicoba.

Dana ini biasanya digunakan oleh pemerintah untuk merangsang dan mendorong kewirausahaan, investasi, inovasi, penelitian, dan pertumbuhan ekonomi di industri atau wilayah geografis tertentu.

Contoh hibah atau pinjaman modal usaha dari pemerintah di Indonesia, antara lain: 

  • Program “Wirausaha Pemula” dari Kementerian Koperasi dan UKM
  • Program “Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL)” dari BUMN 
  • Program “Bakti BCA” dari Bank Central Asia
  • Program Bantuan UMKM dari Bank BRI/Bank BNI. 
  • Dll

8. Crowdfunding

Crowdfunding (juga dikenal sebagai crowd financing) adalah cara baru dan revolusioner mengumpulkan modal awal untuk bisnis. Caranya, antara lain menemukan investor malaikat atau penggalangan dana masyarakat alias crowdfunding. 

Crowdfunding memungkinkan pengusaha untuk mengumpulkan modal usaha dari platform tertentu di bidang penggalangan dana. 

Contohnya dalam hal ini adalah Tomato Jos sebagai startup berbasis di Afrika yang berhasil mengumpulkan $55.000 di platform Kickstarter.

Pada 2021, Tomato Jos bermitra dengan petani lokal di Nigeria untuk menanam tomat berkualitas untuk pasta tomat. Saat ini, Tomato Jos berhasil meraih valuasi perusahaan hingga $5 juta dolar. 

9. Usaha terakhir adalah meminjam uang ke bank 

Banyak contoh perusahaan rintisan, startup, atau entrepreneur yang sukses mendapat modal usaha dari pinjaman bank. 

Ingat, bank menghasilkan keuntungan dengan meminjamkan uang. Singkatnya, kalau bank tidak memberikan uangnya, berarti ia juga tidak mendapat keuntungan. Namun sayangnya, tidak semua orang dipinjami uang oleh bank. 

Biasanya, bank akan melihat dulu calon nasabah atau peminjam uang. Kalau UMKM sudah memenuhi kriteria dan kinerja keuangannya bagus, maka bank akan langsung menyetujui. 

Raih Modal Usaha dengan Pengelolaan Keuangan yang Rapi dan Sistematis

Apakah kamu ingin mengumpulkan uang jutaan rupiah untuk modal bisnis atau suatu proyek? Ingin meminjam uang untuk modal usaha ke investor atau pihak bank? 

Sebelumnya, pastikan dulu pengelolaan keuangan sudah berjalan rapi, modern, dan sistematis, ya! Sebab, laporan keuangan menjadi salah satu indikator penting untuk menilai kinerja keuangan usahamu. 

Dengan software Nesto yang berbasis Online Accounting Software, kamu bisa mengelola pembukuan usaha tanpa ribet. Bisa diakses 24 jam lewat smartphone, dan terintegrasi dengan fitur-fitur canggih. Seperti perpajakan, paybills, penggajian, smart invoicing, hingga laporan keuangan instan.

Siap beralih dan menggunakan Nesto? Harga cuma mulai dari 180k per bulan, lho! Cocok banget untuk UMKM, freelancer, atau startup maupun perusahaan berkembang. Ayo, silakan uji pakai terlebih dulu DEMO GRATIS selama 3 bulan, klik di sini.

Leave a Comment