cover laporan keuangan harian

Ingin Punya Laporan Keuangan Harian Usaha? Ikuti Cara Ini!

Bidang usaha apa pun membutuhkan manajemen keuangan yang tertata rapi dan sistematis. Apalagi, kalau kamu memiliki toko atau bisnis retail yang beroperasi setiap hari. 

Pencatatan transaksi penjualan yang berlangsung selama 24 jam, tentunya membutuhkan pembukuan secara terperinci agar mudah dilacak dan dianalisis. 

Selain itu, dari pembukuan laporan keuangan harian tersebut, kamu juga dapat mengetahui kondisi kesehatan finansial usahamu. Apakah mengalami kenaikan profit? Kerugian? Ada piutang usaha? Dan sebagainya. 

Tanpa pembukuan keuangan, sangat sulit melacak arus kas usaha yang berjalan setiap hari. Bisa jadi, ketika terjadi fraud atau kecurangan, kamu juga sulit mendeteksi, bila tidak ada pencatatan transaksi yang detail dan rapi. 

Masalahnya, terkadang toko atau bisnis retail menganggap pembukuan masih belum begitu penting, kebanyakan pelaku usaha mencatat transaksi/laporan keuangan harian secara manual. Sehingga, lebih rentan terjadi kesalahan tulis, kesalahan perhitungan, atau kelalaian saat mencatat.

Apa Itu Laporan Keuangan Harian? 

Secara sederhana, laporan keuangan harian adalah pencatatan data dan statistik keuangan usaha pada hari-hari sebelumnya. Laporan berisi ringkasan dari semua penggunaan manajemen data yang dibutuhkan setiap hari. Mulai dari total pendapatan, biaya operasional usaha, pajak, dan banyak lagi. 

Dengan laporan keuangan harian tersebut, memungkinkan pemilik usaha atau toko untuk: 

  • Melacak proses produksi dan biaya produksi 
  • Mencegah kecurangan atau kesalahan perhitungan manual 
  • Menghitung kerugian pendapatan karena diskon harian 
  • Mempersiapkan laporan keuangan untuk mingguan atau bulanan

Jika laporan keuangan tidak dilakukan setiap hari, terkadang ada beberapa pebisnis yang bingung karena tidak tahu untuk apa uang modal dihabiskan dan berapa jumlahnya? 

Seringkali, uang tunai yang ada di laci toko, bisa ludes tak bersisa karena dipakai untuk keperluan pribadi, pembelian barang (kulakan), atau membayar utang ke supplier, dan semuanya tidak tercatat di buku besar. 

Nah, karena itu, mari kita pahami terlebih dulu apa saja manfaat membuat laporan keuangan harian di bawah ini!

Tujuan Membuat Laporan Keuangan Harian

Kebanyakan bisnis membuat laporan keuangan dalam periode bulanan atau triwulan. Akan tetapi, untuk jenis usaha seperti toko atau bisnis retail, laporan keuangan harian akan sangat membantu pelacakan administrasi dan keuangan dalam jangka pendek, maupun jangka panjang. 

1. Membantu perencanaan strategi bisnis 

Cukup dengan melihat laporan keuangan harian, pemilik toko dapat memperkirakan strategi pemasaran atau perencanaan bisnis yang lebih optimal ke depannya. 

Catatan transaksi yang terorganisir, rapi, dan mudah dibaca, tentunya sangat membantu manajerial toko setiap hari. Perlu diingat, ketika menjual jenis barang FMCG (fast-moving consumer goods), seperti sembako, pakaian, makanan, dan minuman, laporan keuangan yang dicatat setiap hari sangat penting. 

Sebab, hasil keuntungan harian juga akan ditanamkan kembali untuk biaya operasional, pembelian barang, membeli bahan baku, dan sebagainya. Jadi, operasional bisnis dan persediaan barang juga tetap terkelola dengan baik. 

2. Meningkatkan kredibilitas dan valuasi toko 

Di sisi lain, laporan harian akan membantu untuk meningkatkan kredibilitas dan valuasi toko di mata investor maupun mitra bisnis. Laporan keuangan yang tersusun rapi dan sistematis setiap hari, akan lebih mudah mendeteksi jika muncul kesalahan data transaksi atau perhitungan penjualan. 

Pemilik toko juga dapat membaca seberapa besar keuntungan yang dihasilkan dari laporan keuangan yang dicatat harian. Apabila target penjualan atau keuntungan belum maksimal, maka bisa mengembangkan strategi lain.

Selain itu, dari laporan keuangan tersebut, dapat dilihat apakah terdapat biaya-biaya pengeluaran yang bisa dipangkas untuk menambah efisiensi usaha. 

3. Memudahkan pinjaman modal usaha

Bukan hal yang aneh, apabila terkadang bisnis membutuhkan tambahan suntikan dana segar untuk menjalankan kegiatan usaha. Sayangnya, tidak semua pemilik toko atau pengusaha yang mempersiapkan dana cadangan pribadi. 

Solusinya, meminjam dari bank atau lembaga keuangan lainnya. Dengan membuat laporan keuangan secara harian yang rapi dan profesional, akan lebih mudah meyakinkan kreditur atau pihak bank untuk menyetujui pinjaman modal. 

Selain legalitas perizinan, laporan keuangan menjadi salah satu syarat agar pinjaman modal usaha disetujui kreditur. Sebab, dari laporan tersebut, pihak bank menilai kondisi keuangan dan seberapa solvent (sanggup bayar hutang) suatu bisnis.

Hal yang Penting Diketahui pada Laporan Keuangan Harian

Laporan keuangan harian adalah metode untuk melacak aktivitas usaha setiap hari. Berkat laporan harian, pemilik toko dapat mengetahui semua manajemen data yang dibutuhkan untuk mengukur potensi kesalahan, produksi, kerugian, dan status piutang. 

1. Melacak potensi kesalahan lebih cepat 

Sebelum hasil data keuangan dilaporkan pada akhir bulan, pencatatan transaksi harian akan memastikan data yang lebih akurat. Jika terdapat perbedaan uang kas dan hasil laporan, lebih cepat teridentifikasi pada hari yang sama. 

Dengan begitu, manajemen dapat mendeteksi potensi kesalahan dengan cepat dan menghindari dampak negatif pada hasil laporan keuangan di akhir bulan. 

Pencatatan transaksi yang dilakukan harian juga mencantumkan nama kasir atau nama penanggung jawab yang bertugas di hari tersebut. Sehingga, mudah dilakukan kroscek atau pelacakan untuk investigasi kesalahan. 

2. Menilai kuantitas kerja 

Laporan keuangan transaksi harian mencatat sejumlah data penting untuk mengelola persediaan barang. Akan tetapi, dalam sistemnya dapat dibuat lebih detail. Misalnya, mencatat nomor seri penjualan/kuitansi, jumlah pelanggan, unit yang dijual, waktu pelayanan, dan sebagainya. 

Meski laporan keuangan hanya berupa ringkasan transaksi penjualan barang, akan tetapi data-data penjualan yang tercantum secara detail pada sistem akan membantu merancang strategi pemasaran efektif berikutnya. 

3. Mengukur kerugian 

Dengan laporan harian, pemilik usaha lebih mudah melacak uang yang dikeluarkan perusahaan dalam satu hari. Misalnya, jika ada masalah produksi, maka dibutuhkan biaya perbaikan dan pemeliharaan. 

Melacak biaya-biaya pengeluaran yang kecil, seringkali diremehkan. Padahal, jika berkali-kali terjadi, pengeluaran sekecil apapun akan menjadi biaya yang mengurangi keuntungan

Laporan harian membantu perusahaan dengan cepat memantau faktor terkait pendapatan. Sehingga, usaha tetap berjalan dengan maksimal. 

Selain itu, pendapatan yang menurun juga bisa berasal dari diskon atau penjualan. Misalnya, promosi harian yang “terlalu” umum terkadang malah jarang dilirik calon konsumen. Jadi, perlu dipikirkan ulang agar calon konsumen tetap tertarik dan tidak mudah jenuh dengan promosi monoton yang diberikan. 

Buatlah Laporan Keuangan Setiap Hari

Bentuk bisnis apapun akan sangat terbantu dengan laporan keuangan yang dibuat setiap hari. Awali dengan membuat catatan transaksi pemasukan dan pengeluaran usaha di hari itu. 

Laporan keuangan yang dibuat secara harian, tidak perlu selengkap laporan bulanan atau tahunan. Yang terpenting, data transaksi jelas dan mudah dibaca, meskipun laporan keuangan hanya berupa rangkuman catatan transaksi sederhana. 

Catatan transaksi dalam laporan harian, contohnya seperti: 

  • Pencatatan jumlah barang yang sudah laku terjual di hari itu. 
  • Pembayaran yang dilakukan perusahaan untuk tagihan harian. Misalnya, uang makan siang karyawan, uang parkir, dll. 

Catatan laporan keuangan periode harian ini akan membantu pelacakan arus kas masuk dan keluar secara tertib dan rutin. 

Contoh Laporan Keuangan Harian

Berikut adalah contoh catatan transaksi laporan keuangan periode harian:

Pencatatan Laporan Keuangan Setiap Hari secara Otomatis

cta laporan keuangan harian

Mencatat transaksi penjualan satu per satu secara manual, terlihat ribet dan menyita tenaga? Jangan khawatir! Sekarang sudah ada Nesto Accounting Software yang bisa membantu menyusun laporan keuangan setiap hari secara otomatis. 

Pelaku UMKM bisa lebih fokus mengembangkan inti bisnisnya, ketimbang hanya mengurusi masalah administrasi harian. Gunakan Nesto FREE Trial 3 bulan, tanpa input kartu kredit, tanpa mengisi metode pembayaran, dan bebas batalkan kapan pun. Keren, kan? Buktikan keunggulan fitur Nesto sekarang, yuk! Klik di sini.

Jangan lupa juga untuk follow akun Instagram Nesto untuk update menarik lainnya.

Leave a Comment