laporan keuangan perusahaan new

Laporan Keuangan Perusahaan: Semua yang Perlu Kamu Ketahui

Pebisnis atau pelaku UMKM yang cerdas, sudah sepatutnya tau cara membaca dan menganalisis laporan keuangan perusahaan secara cermat. Meski terlihat kompleks dan rumit, ada beberapa hal dasar yang paling penting harus diketahui dari jenis-jenis laporan keuangan perusahaan. Apa saja itu? Yuk, langsung aja kita kupas satu per satu!

1. Teori dasar akuntansi: aset = kewajiban + ekuitas.

Pertama, dasar laporan keuangan perusahaan adalah penyusunannya. Prinsip dasar akuntansi ini dikenal dengan istilah “teorema dasar akuntansi”. Teori ini menjelaskan bahwa aset itu sama dengan kewajiban ditambah ekuitas. Teorema dasar ini mengatur neraca dan mendasari bagaimana terbentuknya laporan laba rugi dan laporan arus kas.

Maka itu, sangat penting bagi pelaku usaha untuk memahami apa yang dimaksud oleh aturan ini. Secara sederhana, teorema dasar akuntansi artinya bahwa setiap ada peningkatan aset, kewajiban, atau ekuitas harus diimbangi dengan perubahan dalam salah satu kategori lainnya. Inilah sebabnya, kenapa “saldo” neraca-ekuitas ditambah kewajiban harus selalu seimbang dengan aset.

Konsep ini merupakan inti dari akuntansi double-entry (pencatatan dua kali pada sisi debit dan kredit). Jadi, kapan saja ada perubahan di satu akun, maka harus ada perubahan juga di akun lain agar neraca tetap seimbang.

Sebagai contoh, apabila persediaan dibeli dengan uang tunai, maka akun kas sebagai aset akan berkurang. Sedangkan, inventaris dan akun aset lain akan bertambah dengan jumlah yang sama.

Contoh lain, misalnya PT Sukamaju meminjam dana Rp 100 juta ke bank dan disimpan ke rekening gironya sendiri. Dengan begitu, PT Sukamaju meningkatkan kewajiban sebesar Rp 100 juta, sekaligus menambah aset sebesar Rp 100 juta. Jadi, laporan keuangan perusahaan akan tetap seimbang.

2. Perbedaan antara neraca, laporan laba rugi, dan laporan arus kas.

Selanjutnya, hal lain yang perlu diketahui adalah bedanya antara ketiga bagian laporan keuangan perusahaan tersebut. Setiap perusahaan menghasilkan laporan keuangan perusahaan yang diaudit. Meliputi neraca, laporan laba rugi, dan laporan arus kas.

Ketiga bagian tersebut mengandung informasi penting bagi pemilik modal, klien, mitra bisnis, hingga investor yang akan menilai valuasi perusahaan. Dari ketiga bagian laporan keuangan perusahaan tersebut, nantinya akan lebih mudah didapat gambaran tentang kondisi keuangan dan kinerja perusahaan.

1. Neraca

Yang pertama, yaitu neraca. Neraca adalah bagian dari laporan keuangan perusahaan yang menggambarkan bagaimana kondisi keuangan perusahaan secara keseluruhan. Biasanya, investor akan mengetahui berapa banyak aset, berapa banyak kewajiban, dan berapa banyak ekuitas yang dimiliki pemegang saham, cukup dengan melihat laporan neraca. Teorema dasar akuntansi mengatur dan memastikan agar laporan neraca tetap seimbang.

Dari neraca, pemegang saham atau investor akan mengetahui apakah perusahaan itu profitable atau justru bakal merugi. Selain itu, neraca juga bisa menginformasikan tentang aset perusahaan, berapa banyak uang tunai perusahaan, berapa banyak persediaan, berapa banyak aset tidak berwujud, dan berapa banyak aset fisik (contoh: gedung, mesin, peralatan, dll).

2. Laporan laba rugi

Selanjutnya, laporan laba rugi berisi informasi tentang berapa banyak keuntungan yang diperoleh perusahaan pada periode lalu. Laporan ini memberikan informasi tentang margin keuntungan perusahaan, biaya input, biaya penjualan, dan lainnya. Penting dipahami bahwa keuntungan yang didapat perusahaan ternyata sama sekali tidak sama dengan uang tunai yang masuk ke rekening bank perusahaan.

Sebab, keuntungan itu diperoleh setelah perusahaan membayar kewajiban dan tetap memiliki sejumlah uang tunai yang jumlahnya melampaui pengeluarannya (surplus). Sedangkan, uang tunai adalah uang yang ada di dalam kasir untuk membayar kewajiban, hutang, hingga biaya operasional usaha sehari-hari.

3. Laporan arus kas

Bagian ketiga dari laporan keuangan perusahaan adalah laporan arus kas. Dari laporan arus kas, pebisnis dapat mengetahui aliran uang yang masuk dan keluar selama periode tertentu.

Laporan arus kas tidak hanya memberitahu apakah ada perubahan bersih uang tunai selama periode akuntansi. Melainkan, juga menginformasikan tentang seberapa banyak investasi peralatan modal, seberapa banyak utang yang dimiliki, dan pendanaan lainnya.

3. Sebagian besar aset dicatat pada biaya historis.

Lebih lanjut, laporan keuangan perusahaan juga mencatat sebagian besar aset dalam biaya historis atau biaya asli ketika pertama kali membeli aset tersebut. Ini artinya, perusahaan mencatat biaya yang dibayarkan perusahaan untuk memiliki aset tersebut. Sehingga, laporan keuangan perusahaan tidak mencerminkan nilai pasar untuk asetnya.

Hanya beberapa jenis aset saja yang dicatat dengan nilai pasar. Secara umum, ini adalah jenis aset yang bisa diubah menjadi uang tunai dengan mudah. Oleh sebab itu, pastikan Anda memahami bahwa ekuitas bersih per saham (nilai buku per saham), hanya perkiraan atau estimasi kasar dari nilai perusahaan.

Kalau sebuah perusahaan memiliki banyak aset yang nilainya tinggi, maka dalam realitasnya kemungkinan nilai aset tersebut sudah berkali-kali lipat lebih tinggi dari nilai buku per sahamnya.

Misalnya, PT Sukamakmur membeli gedung pabrik pada tahun 1990 di Bogor seharga Rp 100 juta. Maka, dalam neraca laporan keuangan perusahaan harus tetap ditulis seharga pembelian pada tahun 1990, yaitu Rp 100 juta. Meskipun, semua orang tau, nilai properti seperti pabrik atau gedung akan selalu meningkat berkali-kali lipat per tahunnya.

4. Akuntansi Akrual: pendapatan dibukukan saat diperoleh, kewajiban dibukukan saat terjadinya transaksi.

Hal lain yang tak kalah penting untuk diketahui dalam laporan keuangan perusahaan adalah akuntansi akrual. Akuntansi akrual berarti pendapatan dibukukan saat diperoleh, bukan saat uang tunai (pendapatan) benar-benar diterima. Sedangkan, kewajiban dibukukan pada saat terjadinya transaksi.

Oleh karena itu, di bawah akuntansi akrual, perusahaan yang menjual mesin pabrik biasanya akan mengakui pendapatan saat pelanggan sudah menerima produk. Akibatnya, laporan laba rugi akan menunjukkan perusahaan sudah menjual produk.

Namun, uang tunai dalam transaksi ini mungkin masih belum diterima oleh perusahaan pada periode yang sama. Entah itu, karena mungkin telah dibayarkan di awal (DP) atau dibayar sesuai kesepakatan di bulan berikutnya. Inilah salah satu alasan mengapa laporan arus kas penting agar pebisnis bisa mengetahui dari mana dan ke mana aliran uang perusahaan.

5. Analisis laporan keuangan menjadi bagian dari analisis investasi.

Terakhir dan tak kalah penting diingat yaitu laporan keuangan perusahaan menjadi bagian dari gambaran posisi bisnis perusahaan. Analis investasi melibatkan pemahaman bisnis perusahaan. Dan, laporan keuangan perusahaan dapat membantu pemilik bisnis memahami seberapa besar aset, utang, harta, piutang, kewajiban pajak, dan sebagainya.

Semua informasi yang disajikan dalam laporan keuangan perusahaan ini nantinya akan menjadi bahan pertimbangan membuat keputusan investasi yang tepat.

Dari adanya laporan keuangan perusahaan, pebisnis maupun investor bisa sama-sama mengetahui kondisi finansial dan valuasi perusahaan. Bahkan, banyak lembaga keuangan maupun kreditur yang akan senang hati memberikan pembiayaan bagi perusahaan dengan laporan keuangan perusahaan yang akurat, rapi, dan sistematis.

Nesto adalah software akuntansi online sebagai solusi pembukuan modern. Dilengkapi fitur akunting untuk perhitungan pajak, inventory, invoicing, operasional perusahaan, hingga tugas pembukuan lainnya. Membuat pengelolaan bisnis UMKM menjadi lebih fleksibel dan semudah beberapa kali sentuhan jari.

Masih ragu dengan keunggulan Software Akuntansi Online dari Nesto? Silakan buktikan pakai Nesto GRATIS 3 bulan, daftar sekarang melalui tautan ini. Atau, cari tau info menarik terupdate lainnya follow Instagram @nesto.id.

One thought on “Laporan Keuangan Perusahaan: Semua yang Perlu Kamu Ketahui”
Leave a Comment