laporan keuangan umkm

4 Contoh Laporan Keuangan UMKM dan 7 Cara Membuatnya

Laporan keuangan biasanya identik dengan perusahaan besar atau memiliki cabang di mana-mana. Padahal, sebenarnya bisnis rintisan atau skala kecil seperti UMKM juga perlu memiliki laporan keuangan. 

Laporan keuangan UMKM ini nantinya bisa dipakai untuk mengukur kinerja finansial serta menarik investor sebagai bagian sumber modal usaha. 

Namun sayangnya, banyak pelaku usaha yang mengesampingkan laporan keuangan karena dianggap rumit, menyita tenaga, serta tidak memiliki keahlian akuntansi. 

Nah, bagi kamu yang termasuk pelaku UMKM dan masih bingung atau awam mengenai cara membuat laporan akuntansi. Yuk, kita simak pembahasan dan contoh laporan keuangan UMKM di bawah ini!

7 Langkah Cara Membuat Laporan Keuangan UMKM

Perusahaan berskala dan berjenis apa pun yang dibangun secara bertahap perlu membuat laporan keuangan. Di dalamnya terdapat catatan keuangan dan pembukuan yang bisa menjadi gambaran kondisi kesehatan finansial bisnis. 

Nah, laporan keuangan UMKM juga menjadi bahan pertimbangan ketika akan mengambil keputusan penting terkait kegiatan operasional. Jika laporan keuangan UMKM selalu dibuat secara rinci, rapi, dan terstruktur, pihak kreditur atau investor tidak akan ragu memberikan dana untuk modal usaha. 

Sebaliknya, jika laporan keuangan UMKM tidak rapi, jarang dibuat, atau bahkan terkesan menyepelekan pembuatan laporan keuangan. Maka, UMKM akan sulit meraih pendanaan atau kepercayaan dari mitra bisnisnya. 

Berikut adalah tahap untuk membuat laporan keuangan UMKM:

1. Mencatat arus pengeluaran 

Ketika pertama kali merintis atau membangun bisnis, tentu banyak pengeluaran yang dilakukan. Misalnya, membeli peralatan komputer, meja kerja, instalasi software, dan lainnya. 

Catatlah pengeluaran secara terperinci dan rapi agar bisa lebih mudah dibaca dan dipahami. Ini juga membantu dalam penyusunan laporan keuangan UMKM. Nantinya, kamu juga lebih mudah saat melacak biaya pengeluaran atau perhitungan modal usaha. 

2. Mencatat arus pemasukan 

Bukan hanya mencatat arus pengeluaran, catat juga pemasukan yang diterima bisnismu. Misalnya, hasil penjualan produk/barang/jasa, pembayaran piutang pelanggan yang lunas, hibah, dan lainnya. 

Sebaiknya, uang pemasukan ini dicatat setiap hari agar lebih detail dan rapi. Serta, kamu lebih mudah menyalin atau mencatat di buku laporan bulanan. 

3. Mencatat di buku kas utama 

Sebenarnya, buku kas utama adalah buku induk atau buku yang menyimpan data arus uang masuk dan keluar. Kenapa harus dicatat dalam buku kas utama? Tujuannya adalah memudahkan pembuatan laporan keuangan serta mengetahui berapa nominal profit atau kerugian yang didapatkan perusahaan secara terperinci. 

Biasanya, buku kas utama akan dijadikan acuan dalam pembuatan rancangan strategi bisnis di periode selanjutnya. 

4. Mencatat persediaan/inventaris barang 

Tahap selanjutnya untuk membuat laporan keuangan UMKM adalah mencatat stok barang yang tersedia. Hal ini dilakukan untuk mengetahui seberapa banyak jumlah persediaan barang atau stok yang dimiliki. Serta, mencegah tindak pencurian atau kecurangan atas stok barang. 

Tujuannya agar perusahaan bisa memeriksa keuntungan dan kerugian. Sekaligus, bisa menjadi acuan produksi atau pemesanan barang di periode selanjutnya. 

5. Menghitung laba bersih 

Pada tahap ini, laporan keuangan menjadi bahan untuk memperkirakan kinerja bisnis selama 3 tahun ke depan. Gunakan angka yang dimasukkan dalam perkiraan penjualan, proyeksi keuangan, dan laporan arus kas. Laba bersih adalah margin kotor dikurangi biaya, bunga, dan pajak. 

6. Mencatat aset dan utang 

Data aset dan utang yang tidak tercantum dalam laporan laba rugi juga perlu dilacak. Kamu perlu memperkirakan aset apa yang dimiliki? Misalnya, piutang, inventaris, tanah, bangunan, dan peralatan. 

Kemudian, cari tahu utang atau kewajiban, antara lain: utang usaha (uang yang menjadi utang usaha), dan utang dari pinjaman bank/lembaga keuangan yang belum dilunasi. 

7. Menemukan break even point/titik impas

Break even point atau titik impas adalah ketika pengeluaran bisnis sesuai dengan volume penjualan. Proyeksi penghasilan 3 tahun seharusnya memungkinkan untuk memperoleh analisis ini. 

Kalau bisnis kamu bagus, pendapatan keseluruhan pada akhirnya harus melebihi pengeluaran secara keseluruhan. Hal ini merupakan informasi penting bagi calon investor yang ingin mengetahui bahwa mereka berinvestasi di perusahaan yang berkembang pesat.

4 Contoh Laporan Keuangan UMKM

Bila persiapan data sudah lengkap, laporan keuangan bisa segera dibuat. Berikut ini beberapa contoh laporan keuangan UMKM yang bisa menjadi inspirasi pelaku usaha: 

1. Contoh Laporan Keuangan Neraca

Langkah awal dalam pembuatan laporan keuangan atau pembukuan adalah laporan neraca. Di dalamnya, terdapat catatan harta atau aset yang dikelola perusahaan. 

Selain itu, terdapat jumlah kewajiban atau utang yang harus dibayar perusahaan. Ciri khas laporan neraca memiliki nominal aset yang bernilai sama dengan jumlah antara modal dan utang. 

Berikut contoh laporan keuangan neraca:

Contoh Laporan Keuangan Neraca

2. Contoh Laporan Keuangan Laba Rugi

Selanjutnya, dari laporan neraca, kita beralih ke laporan keuangan laba rugi. Pada laporan ini, mencantumkan keuntungan atau profit perusahaan serta kerugian atau loss yang dialami atau ditanggung pemilik UMKM. Berikut contoh laporan keuangan laba rugi:

Contoh Laporan Keuangan Laba Rugi

Laporan laba rugi perlu dibuat secara rutin tiap akhir periode. Bagi pelaku UMKM, dapat membuat laporan laba rugi yang simpel seperti contoh di atas agar mudah dibuat dan mudah dipahami. 

3. Contoh Laporan Arus Kas

Kemudian, bagaimana cara membuat laporan keuangan arus kas untuk UMKM? Sama seperti jenis laporan keuangan lainnya, sebenarnya cukup sederhana. Dibuat bertujuan untuk mengetahui dari mana arus kas yang masuk dan ke mana perginya. Serta, berapa nominal arus kas dan masuk setiap periode. 

Berikut contoh laporan arus kas yang bisa dijadikan inspirasi:

Contoh Laporan Arus Kas

4. Contoh Laporan Perubahan Modal

Sekalipun, UMKM termasuk bisnis skala kecil, perlu dibuat laporan perubahan modal. Sehingga, dapat diketahui besaran perubahan modal selama operasional berjalan. 

Laporan perubahan modal juga mencatat asal sumber modal yang diperoleh bisnis tersebut. 

Berikut contoh dari laporan perubahan modal untuk UMKM:

Contoh Laporan Perubahan Modal

Nesto untuk Otomasi Pembuatan Laporan Keuangan UMKM

Nah, bagaimana, sudah punya referensi dalam membuat laporan keuangan bagi perusahaanmu? Tak bisa dipungkiri, kadang mencatat dan menghitung laporan keuangan berbasis kertas cukup rumit dan menyita waktu. 

cta laporan keuangan umkm

Daripada bingung dan rentan kesalahan, gunakan Nesto Accounting Software. Aplikasi Nesto memiliki fitur dan modul akuntansi yang lengkap berbasis teknologi Cloud. Di antaranya: payment, invoice, vendor bills, purchase order, hingga my store, serta otomasi laporan keuangan, dan banyak lagi. 

Kamu cukup mengakses lewat smartphone, maka manajemen keuangan bisa dilacak dan dipantau dalam genggaman. Mulai dari Rp180k per bulan, Nesto dapat membantu tugas pembukuan secara cepat dan otomatis. Cocok untuk freelancer, start up, UMKM, dan perusahaan skala kecil hingga besar.

Yuk, cobain aja pakai aplikasi Nesto GRATIS selama 3 bulan, klik di sini.

Leave a Comment