9 Kesalahan dalam Mengelola Keuangan Bisnis dan Cara Menghindarinya

Bingung gimana cara mengelola keuangan bisnis yang benar? Meskipun bisnis dan keuangan menjadi bagian yang tak bisa dipisahkan, namun sebagian pelaku UMKM masih sering merasa kesulitan mengelola finansial. 

Ada beberapa risiko keuangan yang tak boleh diambil dalam mengelola keuangan bisnis karena bisnis akan mudah kandas dalam waktu singkat. Pada titik ini, sebagai pemilik bisnis, risiko ini perlu dihindari sebab menjadi suatu kesalahan yang fatal. 

Nah, agar tak salah saat mengelola keuangan bisnis, inilah 9 kesalahan yang harus dihindari. Wajib diingat, ya!

1. Menjalankan usaha memakai akun rekening pribadi 

Ini adalah salah satu kesalahan yang sangat jelas dilakukan banyak pelaku UMKM. Terutama, untuk bisnis rintisan atau startup baru. 

Tak peduli apakah kamu seorang freelancer, pemilik UMKM, pemilik perusahaan berkembang, konsultan, atau bahkan jika kamu hanya memiliki satu pelanggan. Satu hal yang perlu diperhatikan adalah siapkan rekening bank yang terpisah. 

Memiliki rekening terpisah antara bisnis dan keuangan pribadi akan sangat membantu saat mengelola keuangan bisnis. Terlebih lagi, ketika harus mengelola perpajakan serta merancang strategi bisnis ke depannya. 

Kalau semua rekening digabungkan, kita jadi sulit mengetahui apakah ini keuntungan pribadi, atau keuntungan bisnis? Sehingga, antara keuangan pribadi dan bisnis akan tercampur dan sulit dikelola. 

2. Menghabiskan semuanya untuk pengeluaran 

Pelaku UMKM juga perlu lebih selektif lagi dalam melakukan pembelian atau menentukan pos-pos pengeluaran yang tepat. 

Salah satu kesalahan dalam mengelola keuangan bisnis adalah kadang pebisnis membeli barang yang tidak perlu sehingga hanya memboroskan keuangan usaha. Akan tetapi, biaya pengeluaran untuk bisnis dapat dievaluasi kembali seiring produktivitas usaha yang meningkat. 

Meskipun hanya pengeluaran yang sedikit atau tampak remeh, tapi kalau pengeluaran ini sering dan berulang-ulang, maka bisa merugikan keuangan. 

Sebagai contoh, jika kamu ingin menguji suatu software pengelola keuangan, lebih baik pilih uji coba gratis. Meski dengan fitur yang dibatasi, tetapi kamu bisa menghemat banyak biaya pengeluaran. 

Opsi gratis seperti ini sangat sesuai untuk bisnis rintisan atau startup yang baru memulai usahanya. 

3. Punya harapan yang tidak realistis

Katakanlah kamu sudah mengirimkan penawaran pada 100 klien. Sekitar 10 penawaran tersebut telah berhasil disetujui. Kamu berharap dalam waktu 30 hari, 90 klien lainnya akan segera menyetujui juga. 

Harapan seperti ini sangat optimistis dan bagus! Tapi, perlu diingat juga, bagaimana kalau hal itu tidak terjadi? Bagaimana kalau 90 klien lainnya sudah mendapatkan penawaran lain, atau mungkin berubah pikiran? 

Karena itu, hindari memasang harapan yang terlalu tinggi atau tidak realistis. Cobalah buat rencana sesuai kondisi riil keuangan usaha saat ini, dan bukan hanya berspekulasi atau berandai-andai. 

4. Mengosongkan tabungan darurat 

Anggaplah kamu seorang pebisnis yang mungkin di masa pandemi banyak klien membatalkan proyek potensial. Namun, kamu tidak punya dana darurat, ini adalah salah satu kesalahan dalam mengelola keuangan bisnis.

Tanpa ada pemasukan atau gaji, kamu tentunya membutuhkan dana darurat agar tetap bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dalam bisnis apa pun, tantangan akan selalu ada, entah itu di awal memulai usaha, atau bahkan setelah bertahun-tahun menjalankan usaha. 

Pada saat itu, kamu akan butuh uang untuk mempertahankan kelangsungan bisnis. Tagihan listrik, WiFi, atau pengeluaran lainnya akan terus menjadi biaya yang perlu dilunasi. Maka dari itu, jangan sampai kamu menjalankan bisnis tanpa ada uang cadangan atau tabungan darurat. 

5. Tidak merencanakan kewajiban pajak 

Seiring waktu, banyak perubahan pajak bagi pemilik UMKM. Kamu perlu membayar pajak penghasilan sebagai pungutan wajib bagi negara secara berkala. Entah setiap bulan, triwulanan, atau tahunan, tergantung pada peraturan pajak yang ditetapkan sesuai jenis usaha. 

Bila perlu, kamu bisa meminta bantuan akuntan sebelum memutuskan jumlah dan jatuh tempo pembayaran pajak yang sesuai bagi bisnis. 

Terkadang, sebagian jenis usaha akan membayar persentase yang lebih tinggi ketimbang usaha lain di industri yang sama. Namun, ada juga ketentuan pajak yang bisa meringankan pungutan pajak bisnis. 

Perlu diingat, menghindari pajak adalah tindakan ilegal dan jadi salah satu kesalahan dalam mengelola keuangan bisnis. Tapi, ada beberapa peraturan pajak yang bisa disiasati agar meringankan beban bisnis, misalnya, angsuran pajak, diskon pajak, maupun penghapusan pajak. 

6. Menjalankan bisnis tanpa ada rencana anggaran

Kesalahan dalam mengelola keuangan bisnis lainnya adalah mengeluarkan uang tanpa anggaran atau perencanaan keuangan. anggaran memberi ruang untuk mengatasi pengeluaran-pengeluaran tak terduga dan menghadapi tagihan mendesak. 

Pengeluaran di luar anggaran akan sangat berdampak pada saat mengelola keuangan bisnis. Jadi, pastikan untuk selalu mengontrol pengeluaran usaha. 

7. Melupakan biaya tersembunyi

Coba ingat-ingat lagi, apakah kamu sering mengeluarkan biaya-biaya tersembunyi? Yap, misalnya saja seperti membeli kopi saat jam istirahat, membeli snack untuk meeting kantor, dan banyak lagi. 

Biaya-biaya seperti ini mungkin masih bisa ditoleransi, karena memang memberikan manfaat dan penting untuk keberhasilan operasional bisnis. Tapi, jangan dilupakan, biaya tersembunyi tetaplah uang yang dikeluarkan dari kas perusahaan. 

Lalu bagaimana solusinya? Cobalah untuk membayar biaya-biaya tersembunyi tersebut dengan kartu debit atau kartu kredit. Kenapa begitu? Karena dengan pembayaran non tunai, nantinya akan sangat membantu dalam pencatatan dan menghitung berapa total biaya “tersembunyi” ini setiap bulan. 

Selanjutnya, evaluasi laporan bulanan untuk setiap biaya yang dikeluarkan. Kalau memang terlalu besar, usahakan agar bisa dipangkas untuk efisiensi perusahaan. 

8. Menghabiskan terlalu banyak untuk kampanye pemasaran

Tak ada salahnya memberikan alokasi dana khusus untuk kampanye bisnis. Bahkan, beberapa perusahaan ternama, rela mengeluarkan dana besar untuk biaya promosi. 

Namun ingat, kunci pemasaran yang hebat adalah konversi tinggi. Pemasaran yang baik bisa mendatangkan klien. Tapi, kalau kamu memberikan pengalaman belanja yang buruk, ada risiko ulasan negatif atau testimoni pelanggan yang buruk. Bahkan, mungkin juga pelanggan minta uangnya dikembalikan. 

Jadi, untuk bisnis yang masih berusaha menemukan tempatnya di pasar, coba belanjakan uang marketing untuk hal-hal yang benar-benar bisa meningkatkan layanan atau produk bisnis.

9. Mengalihdayakan semua manajemen keuangan 

Sederhananya, hindari sepenuhnya mengalihdayakan manajemen keuangan. Memang tidak ada salahnya meminta tim ahli atau tenaga profesional untuk membuat laporan keuangan maupun mengelola faktur tagihan. Tapi, kamu sebagai pemilik bisnis juga harus memahami kesehatan keuangan bisnis. 

Lebih penting lagi, kamu perlu mengetahui berapa keuntungan dari setiap pelanggan dan produk yang terjual. Maka dari itu, usahakan agar data-data dan akses laporan keuangan bisa diakses 24 jam secara online agar lebih transparan.

Hindari Kesalahan Tata Kelola Keuangan Usaha dengan Software Akuntansi Online

Ingin pengelolaan keuangan dan akuntansi usaha bisa diakses 24 jam, rapi, dan transparan? Gunakan Software Akuntansi Online dari Nesto. 

Pencatatan keuangan, purchasing order, hingga perpajakan, dan laporan keuangan dapat dilakukan secara otomatis, akurat, dan minim kesalahan. Ideal untuk freelancer, startup, UMKM, hingga perusahaan berkembang yang menginginkan pengelolaan data keuangan berbasis teknologi cloud system.

Yuk, coba dan buktikan sendiri kecanggihan software Nesto mulai Rp180k per bulan. Uji COBA GRATIS selama 3 bulan, klik tautan ini.

Leave a Comment