8 Prinsip dalam manajemen keuangan - nesto

8 Prinsip Manajemen Keuangan dalam Menjalankan Bisnis

Menjalankan bisnis yang sukses perlu memperhatikan prinsip manajemen keuangan secara efisien. Kenapa begitu? Sebab, keuangan adalah nyawa bagi setiap bisnis. Selain itu, keuangan seperti sumber daya lainnya, selalu terbatas. Sementara, ada banyak biaya yang harus dikeluarkan selama menjalankan operasional bisnis.

Jadi, sangat penting bagi pebisnis dan pelaku UMKM untuk mengelola keuangan serta memiliki prinsip manajemen keuangan yang jelas.

Kenapa prinsip manajemen keuangan perlu diterapkan dalam bisnis?

Prinsip manajemen keuangan perlu diterapkan dalam kegiatan operasional bisnis sehari-hari. Mengapa? Karena, pengelolaan keuangan yang baik bisa membantu kamu membuat rencana dan strategi bisnis yang efektif

Bila perlu kamu bisa bekerja sama dengan manajer keuangan atau financial planner yang berpengalaman. Ahli atau manajer keuangan akan bertanggung jawab dalam perencanaan keuangan, investasi, serta pembiayaan. Maka dari itu, seringkali keputusan yang diambil oleh manajer keuangan dan tim finance bisa memiliki efek jangka panjang.

Terlebih lagi, di era ekonomi bisnis saat ini, kewirausahaan dan UMKM meningkat pesat. Prinsip manajemen keuangan perlu diterapkan agar startup atau bisnis yang baru dibangun bisa berjalan baik.

Sebab, bisnis yang baik menghasilkan uang. Dengan penghasilan ini, perusahaan mampu membayar tagihan untuk vendor, membayar biaya bahan baku, membayar gaji karyawan, membayar tagihan listrik/ air, dll.

Prinsip manajemen keuangan dalam bisnis

Berikut beberapa prinsip manajemen keuangan, cari tau yuk!

1. Pemasukan lebih besar ketimbang pengeluaran

Apapun jenis laporan keuangan bisnisnya, satu hal yang pasti dalam prinsip manajemen keuangan. Kamu ingin mendapatkan keuntungan bisnis, benar? Oleh karena itu, usahakan agar bisnis mempunyai pemasukan yang lebih besar ketimbang pengeluaran.

Catat setiap pengeluaran dan pemasukan secara terperinci, rapi, dan sistematis. Agar kamu bisa mengambil strategi bisnis jangka panjang. Jika kamu bisa melacak keuangan dan menerapkan prinsip manajemen keuangan yang jelas, akan lebih mudah mengontrol keuangan.

Contoh penerapan prinsip manajemen keuangan ini, misalnya kamu segera melunasi utang atau bahkan menghindari utang sama sekali di awal merintis usaha. Selain itu, hasilkan lebih banyak pemasukan, dan jangan membelanjakan lebih dari apa yang kamu hasilkan.

2. Menabung dan berinvestasi

Prinsip manajemen keuangan yang kedua adalah manfaatkan nilai waktu dari nominal uang.

Bagaimana caranya? Dengan menabung dan berinvestasi. Misalnya, Rudi berusia 21 tahun saat pertama bekerja. Ia berusaha menyisihkan uang Rp 500 ribu per bulan dan menabung deposito masa tua. Pada usia 65 tahun, ia menjadi jutawan karena mendapatkan pengembalian investasi tahunan rata-rata sebesar 5%.

Apalagi, pada usia sekitar 30-40 tahun adalah usia produktif. Kemungkinan, kamu masih bisa menabung lebih dari Rp 500 ribu per bulan. Jadi, menabunglah lebih awal ketika usia muda.

Direkomendasikan tabungan idealnya 30% dari penghasilan. Agar kamu tetap bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari dan mampu mempersiapkan dana cadangan untuk masa pensiun atau kondisi mendesak.

3. Batasi jumlah utang.

Prinsip manajemen keuangan selanjutnya ini penting diingat. Sebab, di masa sekarang, kartu kredit dan metode pembayaran “Pay Later” ada di mana-mana. Meski bisa memenuhi semua keinginan belanja dengan mudah, jangan lupa kamu harus membayar bunga dan biaya tambahan lainnya.

Sebagai contoh, jika kamu membeli mobil secara cicilan dengan kartu kredit, setiap sen yang Anda keluarkan untuk membayar pelunasan adalah uang yang terbuang sia-sia. Apalagi, ketika dijual kembali, harga mobil juga tentunya menyusut dari harga aslinya.

Para ahli keuangan menyarankan, apabila memang kamu harus berhutang, usahakan agar barang-barang yang dibeli tersebut nilainya bertahan dari waktu ke waktu. Contohnya seperti properti, pendidikan, emas, dll.

4. Edukasi diri sendiri.

Tidak ada ruginya membekali diri sendiri dengan pengetahuan tentang dinamika keuangan yang sedang trend. Prinsip manajemen keuangan ini bisa membuka cakrawala wawasan Anda tentang investasi dan peluang bisnis apa yang paling prospektif.

Bacalah setiap majalah keuangan, buku, blog, website, atau follow akun media sosial seputar keuangan dan bisnis. Kumpulkan riset secara berkala dan pilih investasi terbaik agar kamu tidak melewatkan peluang bisnis yang profitable.

5. Pahami risiko

Kunci dalam prinsip manajemen keuangan adalah memahami risiko. Pasalnya, semakin banyak mengambil risiko, semakin besar return yang diperoleh. Istilah ini dikenal sebagai “risk-return trade-off”. Investasi seperti saham atau obligasi memiliki tingkat return yang tinggi, sehingga tingkat resikonya juga tinggi untuk rugi atau loss.

Sedangkan, investasi seperti deposito atau reksa dana memiliki risiko yang lebih rendah, karena tingkat return-nya juga kecil. Jadi, bagaimana solusinya? Pahami dulu risiko sebelum mengambil peluang investasi. Sehingga, saat rugi atau loss, kamu sudah mempersiapkan diri dengan dampaknya.

6. Diversifikasi usaha.

Keenam, prinsip manajemen keuangan adalah menemukan cara kreatif untuk diversifikasi penghasilan kamu. Diversifikasi usaha adalah upaya untuk memperbanyak keuntungan dengan beraneka ragam usaha.

Contoh diversifikasi usaha hotel. Manajemen hotel tidak hanya menyediakan kamar, tetapi juga membuka restoran, kafe, kolam renang umum, pijat refleksi/ spa, hingga sewa gedung untuk pernikahan/ meeting.

Sementara, diversifikasi usaha bagi individu, tentunya setiap orang memiliki kelebihan atau bakat yang menjadi peluang menghasilkan uang. Temukan potensi dan bakat kamu agar bisa menghasilkan uang dari rumah atau bisnis rumahan.

Penghasilan tambahan akan sangat membantu manajemen keuanganmu. Entah itu, membuka usaha kuliner online, jasa laundry, bimbingan belajar, desain website, dan masih banyak lagi.

7. Manfaatkan tunjangan karyawan

Selanjutnya, prinsip manajemen keuangan bagi karyawan atau pegawai adalah memaksimalkan pemanfaatan tunjangan karyawan. Biasanya, tunjangan karyawan ini bisa berupa tunjangan kesehatan, tunjangan transportasi, tunjangan jabatan, tunjangan hari raya, dll.

Tunjangan bisa menjadi dana tambahan yang menghemat uang dan mengurangi pengeluaran kamu sendiri. Pastikan untuk mengelola anggaran dengan baik dan manfaatkan tunjangan secara bijak

8. Perhatikan pajak

Sebagai warga negara yang baik,sudah sepatutnya membayar kewajiban pajak negara tepat waktu. Prinsip manajemen keuangan ini penting dipahami sebab tidak semua orang bersedia membayar pungutan pajak. Padahal, manfaat pajak sangat banyak, terutama bagi pembangunan nasional, pendidikan, kesehatan, dan fasilitas masyarakat.

Setiap uang yang kamu hasilkan akan dikenakan tarif pajak penghasilan (pph) sesuai ketentuan Undang-undang. Itulah sebabnya, sangat penting mempertimbangkan implikasi pajak terkait setiap investasi.

Menerapkan prinsip manajemen keuangan untuk memaksimalkan profit bisnis

Bila perusahaan bisa menerapkan prinsip manajemen keuangan dengan baik, perusahaan juga bisa menikmati hasilnya berupa profit yang optimal. Sebagaimana tujuan awal perusahaan dibangun untuk mendapatkan keuntungan serta memenuhi kebutuhan para konsumennya.

Di era digital, Anda masih direpotkan manajemen keuangan berbasis kertas atau spreadsheet? It’s yesterday! Sebab, kini sudah hadir Software Akuntansi Online dari Nesto.

Nesto adalah solusi pembukuan praktis, cepat, dan fleksibel berbasis Cloud. Anda bisa membuat laporan keuangan perusahaan atau menangani tugas akunting, kapan saja dan di mana saja, cukup beberapa klik saja.

Pelajari fitur-fitur akunting canggih dari Software Akuntansi Nesto dengan follow akun Instagram @nesto. Anda juga bisa membuktikan langsung kemudahan Aplikasi Nesto secara GRATIS selama 3 bulan, daftar sekarang klik tautan ini.

Leave a Comment