Rasio Keuangan Adalah Cara Cepat Melacak Kinerja Bisnis, Pelajari Selengkapnya!

Melihat begitu banyak angka yang ada di laporan keuangan, tak jarang bikin sakit kepala, ya. Bahkan, kadang laporan keuangan hanya tergeletak begitu saja di atas meja karena sulit dipahami dan dibaca. 

Padahal, ada banyak informasi penting terkait kondisi finansial perusahaan di dalam laporan keuangan. Nah, agar laporan bisa lebih mudah dibaca dan dipahami oleh investor atau pemilik usaha, kita bisa menggunakan rasio keuangan. 

Investor dan bank menggunakan rasio keuangan untuk menilai kekuatan bisnis. Terkadang, auditor keuangan juga menggunakan tolok ukur ini untuk menganalisis kesehatan finansial suatu usaha. 

Di artikel kali ini, kita akan membahas apa itu rasio keuangan dan cara menggunakannya untuk melacak kinerja usaha. Lanjut baca ulasan di bawah, yuk!

Apa Itu Rasio Keuangan?

Rasio keuangan adalah suatu pengukuran di antara beberapa komponen yang terdapat di laporan keuangan. Dari penghitungan ini, dapat diperoleh cara cepat dan mudah untuk melacak kinerja finansial, menemukan masalah, serta menerapkan solusinya. 

Kenapa Mengukur Rasio Keuangan Itu Penting? 

Jawabannya sederhana, karena rasio keuangan membantu dalam pengambilan keputusan serta membandingkan kinerja perusahaan dengan pesaing. Jadi, perusahaan bisa mengetahui area apa yang perlu ditingkatkan dan kendala apa yang bisa diperbaiki. 

Penghitungan ini akan membantu perusahaan melihat area tertentu yang bermasalah dan menerapkan langkah preventif. Alasan lainnya, saat perusahaan mendapatkan modal usaha dari bank atau investor, rasio keuangan akan memberikan informasi yang dibutuhkan. Dari rasio keuangan akan terlihat apakah perusahaan mampu melunasi uang pinjamannya (solvent) atau tidak. 

Macam-Macam Rasio Keuangan

Sebenarnya, ada sejumlah rasio keuangan yang bisa dilacak perusahaan. Namun, berikut adalah beberapa macam rasio yang paling umum digunakan: 

1. Arus Kas ke Utang (Cash Flow to Debt)

(Laba Bersih + Penyusutan) ÷ Total Utang = Arus Kas terhadap Rasio Utang

Usaha kecil menghasilkan uang setiap bulan tetapi masih memiliki masalah arus kas. Mengapa? Sebagian besar uang digunakan untuk pembayaran utang. Di sinilah rasio arus kas terhadap utang dapat menjadi pertanda yang perlu diwaspadai. Sebab, arus kas yang lemah adalah pemicu kegagalan bisnis kecil.

2. Margin Laba Bersih (Net Profit Margin)

(Total Pendapatan – Total Pengeluaran) ÷ Total Pendapatan = Margin Laba Bersih

Margin laba bersih adalah persentase sisa pendapatan setelah dikurangi semua biaya operasional, bunga, dan pajak. Banyak investor melihat margin laba bersih karena menunjukkan seberapa sukses perusahaan dalam mengelola biaya dan mengubah pendapatan menjadi laba.

3. Rasio Margin Bruto (Gross Margin Ratio)

(Penjualan – Harga Pokok Penjualan) ÷ Total Penjualan = Rasio Margin Kotor

Jika bisnismu menjual produk, ini adalah rasio yang harus diperhatikan. Berapa sisa uang untuk membayar biaya operasional (seperti pemasaran, gaji, dan biaya sewa) setelah membayar pengeluaran?

Rasio ini dapat diukur berdasarkan produk atau total untuk bisnis. Misalnya, jika kamu menjual baju, kamu bisa mengukur margin kotor berdasarkan suatu produk, seperti jeans atau pakaian secara keseluruhan.

Semakin tinggi margin kotor, semakin banyak uang yang tersisa untuk membayar pengeluaran lainnya. Sebaliknya, margin kotor yang rendah menandakan bahwa kamu mungkin akan kesulitan membayar biaya operasional.

4. Rasio Cepat (Quick Ratio)

(Uang Tunai + Surat Berharga + Piutang Neto) ÷ Kewajiban Lancar = Rasio Cepat

Rasio cepat berguna untuk bisnis dengan kewajiban lancar seperti utang usaha, pinjaman jangka pendek, utang pajak gaji, utang pajak penghasilan, utang kartu kredit, dan lainnya.

Rasio ini mengukur likuiditas perusahaan. Dari sini dapat diketahui apakah perusahaan memiliki cukup aset lancar (uang tunai, investasi likuid, dan piutang) untuk menutupi utang saat ini. 

5. Perputaran Piutang (Accounts Receivable Turnover)

(Total A/R Outstanding ÷ Total Penjualan) x Jumlah Hari = Omset A/R

Juga dikenal sebagai penjualan hari yang beredar (DSO), perputaran piutang (A/R) mengukur seberapa baik perusahaan dibayar. Artinya, berapa lama waktu yang dibutuhkan perusahaan untuk dibayar setelah penjualan dilakukan.

Arus kas merupakan tantangan bagi banyak bisnis kecil, dan dibayar dengan cepat dapat berarti perbedaan antara bisnis kesulitan membayar tagihan atau merasa sangat percaya diri dengan posisi tunainya.

Jika omset A/R mulai tinggi, itu pertanda harus lebih fokus pada pengelolaan piutang yang belum dibayar.

6. Rasio Perputaran Persediaan (Inventory Turnover Ratio)

Sesuai dengan namanya, rasio perputaran persediaan berguna untuk bisnis yang menyimpan persediaan. Rasio ini menginformasikan berapa kali persediaan diubah menjadi penjualan selama periode waktu tertentu. Kamu bisa menghitungnya berdasarkan bulan, kuartal, atau tahun.

Perusahaan dengan persediaan yang mudah rusak, seperti makanan, akan memiliki rasio perputaran persediaan yang lebih tinggi daripada bisnis dengan persediaan yang lebih mahal dan tidak mudah rusak.

Investor sering menggunakan rasio ini untuk menentukan seberapa likuid inventaris perusahaan. Pasalnya, persediaan barang seringkali merupakan salah satu aset terbesar yang dilaporkan pengecer di neraca. Tidak ada gunanya bagi perusahaan jika banyak persediaan barang, tapi tak bisa dijual.

7. Penjualan per Karyawan (Sales per Employee)

Pendapatan tahunan ÷ Jumlah karyawan = Penjualan per Karyawan

Seberapa mahal bisnismu dijalankan? Penjualan per karyawan dapat menjadi perkiraan yang baik untuk perusahaan yang membutuhkan banyak karyawan, seperti bisnis berbasis layanan.

Jika rasio penjualan per karyawan tinggi, ini berarti bisnis sangat efisien menggunakan tenaga kerjanya. Misalnya, bisnis dapat dikelola dengan baik, cukup dengan 2-3 karyawan saja.

Manfaat Menggunakan Rasio Keuangan

Rasio keuangan adalah cara bagi startup untuk menunjukkan kepada investor bahwa bisnisnya solid secara finansial. Terutama, bagi UMKM yang butuh pinjaman modal ke bank atau lembaga keuangan. 

Menurut Funding Circle, bank cenderung menyetujui pinjaman modal kepada bisnis yang didukung aset. Karena itu, rasio keuangan bukan hanya membantu pendanaan usaha, tapi juga bermanfaat untuk membantu pengambilan keputusan bisnis yang tepat.

Manajemen Rasio Keuangan dengan Software Akuntansi Modern

Federal Reserve Bank of Chicago menemukan bahwa ada korelasi langsung antara manajemen keuangan dan kesehatan keuangan perusahaan. Semakin sering perusahaan menganalisis rasio keuangan, maka semakin besar keuntungan dan tingkat keberhasilan bisnis. Karena itu, disarankan agar menganalisis rasio berkala per bulan atau per minggu. 

Nah, gunakan software akuntansi online yang modern dan bebas ribet dari Nesto untuk membantu otomasi laporan keuangan bisnis. Teknologi cloud didukung otomasi proses akuntansi dari Nesto Accounting Software akan sangat menghemat waktu, meminimalkan kesalahan, dan efisiensi biaya.

Ayo, pakai Nesto Accounting Software agar bisa membuat laporan keuangan tanpa ribet. Bikin laporan perubahan modal, laporan neraca, laporan  laba rugi, atau laporan arus kas, semudah beberapa klik dari smartphone atau laptop. Klik di sini untuk mulai pakai Nesto GRATIS selama 3 bulan.

Leave a Comment