4 Standar Akuntansi Keuangan Bisnis di Indonesia

Agar akuntansi dapat dipahami oleh semua orang dan memiliki format yang seragam, maka diperlukan standar akuntansi keuangan untuk mengatur praktik akuntansi. 

Mengenai standar akuntansi finansial bisnis, Indonesia memiliki prinsip dasar untuk mengelola berbagai jenis aktivitas pembukuan, meliputi proses pembuatan laporan keuangan, penyusunan, pencatatan transaksi, hingga penyajian data bagi si pemakai informasi keuangan. 

Apa itu Standar Akuntansi Keuangan?

Standar akuntansi dalam keuangan adalah standar atau landasan yang mengatur proses akuntansi guna menyamakan persepsi dan kemudahan dalam membaca laporan akuntansi keuangan. 

Di Indonesia pembuatan Standar akuntansi atau SAK disusun dan diterbitkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), yaitu sebuah lembaga yang menaungi akuntan di seluruh Indonesia. 

Standar akuntansi tersebut berisi tata cara dan variabel yang dihasilkan dalam membuat, menyusun, dan menyajikan laporan keuangan.

Sejarah Standar Akuntansi di Indonesia

Standar akuntansi di Indonesia pertama kali digagas pada tahun 1973 oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Di tahun yang sama, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) kemudian membuat suatu tata cara atau mekanisme tertentu dalam proses pembukuan yang dikenal dengan Prinsip Akuntansi Indonesia. Dalam Prinsip Akuntansi Indonesia dibuat suatu rangka peningkatan perkembangan pasar modal di Indonesia yang semakin hari semakin tumbuh pesat.

Seiring perkembangan zaman, prinsip akuntansi Indonesia juga turut berubah guna menyesuaikan dengan keadaan saat itu. Seperti pada tahun 1984, prinsip akuntansi Indonesia berubah menjadi Prinsip Akuntansi Indonesia 1984, dan pada tanggal 1 Oktober 1994 berubah menjadi Standar akuntansi (SAK) dan terus mengalami penyesuaian dan pembaharuan seiring dengan perkembangan zaman.

Standar akuntansi di Indonesia juga disesuaikan dengan standar akuntansi internasional, seperti IAS, FRS, atau GAAP. Tujuan penyesuaian dengan standar akuntansi internasional adalah agar laporan keuangan di Indonesia diakui dan dapat digunakan di seluruh dunia. Sehingga akan memudahkan para pengusaha internasional dalam pengelolaan market dan keuangan. 

Fungsi Standar Akuntansi Keuangan (SAK)

Berikut adalah fungsi dari Standar Akuntansi Keuangan (SAK):

  • Untuk menyeragamkan laporan keuangan.
  • Mempermudah dalam menyusun laporan keuangan.
  • Mempermudah pembaca laporan keuangan dalam memahami serta membandingkan dengan laporan keuangan dari perusahaan lain maupun dari periode sebelumnya.

Jenis Standar Akuntansi

Jenis standar akuntansi bisnis di Indonesia diatur berdasarkan jenis usaha serta penerapanya menyesuaikan perkembangan bisnis di Indonesia. 

Terdapat 4 Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang berlaku di Indonesia, yaitu PSAK-IFRS, SAK-ETAP, PSAK Syariah, dan SAP. Dan berikut penjelasan masing-masing jenis Standar akuntansi bisnis di Indonesia. 

1. PSAK-IFRS

PSAK-IFRS atau Persyaratan Standar Akuntansi International Financial Report Standard merupakan standar akuntansi (SAK) yang mulai diberlakukan sejak tahun 2012 dan disahkan oleh Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI). 

Standar akuntansi (SAK) ini berisi pedoman dalam menyusun, mencatat, menyajikan  serta perlakuan laporan keuangan. PSAK-IFRS berlaku untuk lembaga atau badan usaha yang memiliki akuntabilitas publik. Baik itu, badan atau lembaga yang telah terdaftar di pasar modal maupun yang masih dalam proses. 

Badan usaha atau lembaga tersebut meliputi perusahaan publik, BUMN, perbankan, asuransi, ataupun perusahaan pengurusan dana pensiun.

PSAK atau Persyaratan Standar Akuntansi Keuangan sendiri bertujuan untuk memberikan pengguna laporan keuangan dengan informasi yang relevan. 

Sedangkan, penggunaan IFRS atau International Federation Report Standard adalah untuk menyamakan laporan keuangan secara internasional karena Indonesia tergabung dalam International Federation of Accountants (IFAC). 

Terdapat beberapa prinsip dasar yang diterapkan oleh IFRS di antaranya adalah seperti berikut ini:

  • Adanya penekanan aplikasi dan interpretasi terhadap Standar Akuntansi Keuangan (SAK), hal ini bertujuan agar negara-negara anggota IFAC memiliki komitmen dalam menerapkan SAK yang sudah ditetapkan.
  • Adanya penilaian terhadap transaksi serta adanya evaluasi agar laporan keuangan dapat menggambarkan realitas ekonomi.
  • Adanya professional judgement dalam menerapkan Standar akuntansi (SAK) ini.

Dengan penetapan peraturan yang ditetapkan oleh International Federation Report Standard (IFRS), badan atau lembaga juga memiliki keuntungan.

Dan berikut adalah beberapa manfaat penggunaan standar IFRS:

  • Memberikan informasi yang berkualitas di pasar modal internasional.
  • Meningkatkan daya banding laporan keuangan.
  • Meningkatkan kualitas laporan keuangan.
  • Mengurangi biaya dalam melaporkan keuangan perusahaan multinasional.
  • Menekan biaya analisis laporan keuangan bagi para analis.
  • Menghilangkan hambatan arus modal internasional.

2. SAK-ETAP

SAK-ETAP merupakan singkatan dari Standar Akuntansi Keuangan untuk Entitas Tanpa Akuntansi Publik. Berlaku untuk badan usaha atau individu yang tidak memiliki akuntabilitas publik dan laporan keuangannya digunakan hanya untuk pengguna eksternal sebagai tujuan umum. 

Laporan keuangan yang menggunakan ETAP tidak memiliki laporan mengenai penilaian untuk aset tak berwujud, aset tetap, laporan laba rugi, dan properti investasi. Oleh sebab itu, SAK-ETAP juga disebut sebagai penyederhanaan dari International Federation Report Standard (IFRS).

SAK-ETAP tidak memiliki pengakuan liabilitas atau kewajiban, tidak adanya pilihan penggunaan nilai wajar atau nilai revaluasi, dan tidak ada aset pajak tangguhan. Hal ini dikarenakan beban pajak diakui sebesar jumlah pajak sesuai dengan ketetapan pajak.

SAK-ETAP cocok digunakan untuk usaha kecil hingga menengah. Pasalnya, untuk membuat laporan keuangan dengan Standar akuntansi (SAK) ETAP dapat dibuat sendiri tanpa harus dibantu pihak lain. 

Berikut adalah beberapa manfaat lain dari penggunaan Standar Akuntansi Entitas Tanpa Akuntansi (SAK-ETAP):

  • Memudahkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam menyusun laporan keuangan sendiri.
  • Memiliki bentuk pengaturan laporan yang lebih sederhana, karena kebanyakan siklus akuntansi yang digunakan menggunakan konsep biaya histori.
  • Lebih mudah dalam mengimplementasikan, karena laporan keuangan yang dibuat lebih sederhana, namun tetap menyajikan informasi yang dibutuhkan.
  • Audit laporan keuangan juga mendapatkan opini audit, sehingga laporan keuangan yang dihasilkan dapat digunakan untuk menjaring dana investasi.

3. PSAK-Syariah

PSAK Syariah merupakan kepanjangan dari Persyaratan Standar Akuntansi Keuangan Syariah. PSAK Syariah menjadi standar akuntansi yang digunakan oleh badan dan lembaga yang menerapkan hukum keuangan Islami. 

Seperti halnya pegadaian Syariah, bank syariah, badan zakat, dan lain sebagainya. Standar akuntansi (SAK) ini melibatkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam menetapkan standar akuntansi yang didasarkan acuan fatwa-fatwa yang telah dikeluarkan.

Persyaratan Standar Akuntansi Keuangan Syariah (PSAK-Syariah) berisi mengenai kerangka konseptual dalam menyusun dan membedah laporan, standar khusus transaksi syariah, seperti murabahah, salam, mudharabah, istishna, dan ijarah serta standar dalam penyajian laporan keuangan. 

4. SAP

SAP merupakan kepanjangan dari Standar Akuntansi Pemerintah, yaitu sebuah standar akuntansi yang digunakan oleh badan atau lembaga pemerintah dalam menyusun laporan keuangan.

Standar Akuntansi Pemerintah dibuat oleh pemerintah yang ditetapkan sebagai peraturan pemerintah, yang meliputi penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) hingga Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP). 

Standar Akuntansi Pemerintah (SAP) berisi beberapa laporan finansial, seperti Laporan Arus Kas, Neraca, Laporan Realisasi Anggaran, dan Catatan Atas Laporan Keuangan.

Pembuatan Standar akuntansi (SAK) untuk Lembaga pemerintahan bertujuan agar laporan keuangan yang dibuat bersifat transparan, partisipatif, dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara lebih jujur dan bersih.

cta standar akuntansi keuangan

Demikianlah informasi mengenai standar akuntansi dan pembukuan di Indonesia. Untuk mempermudah tugas akuntansi bisnis, pakai Software akuntansi online Nesto.

Nesto Accounting Software adalah solusi modern dan praktis menangani urusan pembukuan bisnis, seperti perpajakan, pencatatan transaksi, purchasing order, paybills, hingga otomasi laporan keuangan.

Pemantauan manajemen keuangan usaha, bisa dilakukan secara real time lewat smartphone atau desktop. Jangan ragu lagi, buktikan sendiri fitur-fitur Nesto yang canggih dengan uji pakai GRATIS selama 30 hari, klik di sini.

One thought on “4 Standar Akuntansi Keuangan Bisnis di Indonesia”
  1. Dalam mempelajari ilmu bisnis pun kita pada dasarnya harus mempunyai dasar ilmu akuntsansi karena supaya tidak terjadi kesalah perhitungan dalam melakukan transaksi keuangan karena dalam bisnis keuangan itu rentan akan menuju kebangkrutan

Leave a Comment