cover tips memulai usaha

7 Tips Memulai Usaha untuk Pemula dan Kelas Menengah ke Bawah

Siapa sih yang ga ingin menjadi entrepreneur? Hampir 50% generasi Alpha, kalau ditanya karir di masa depan, ingin memiliki perusahaan sendiri ketimbang jadi karyawan. 

Tapi, perlu diingat, memulai bisnis itu bisa menyenangkan sekaligus menantang. Di satu sisi, kamu bisa menjadi bos bagi diri sendiri dan punya waktu fleksibel. Sedangkan di sisi lain, bisnismu akan membutuhkan perhatian ekstra dan mungkin menguras energi. 

7 Tips Memulai Usaha dan Bisnis UMKM

Selagi masih muda dan berusia produktif, tidak ada salahnya mewujudkan ide usaha impianmu. Apa saja yang harus dipersiapkan? Yuk, simak tips memulai usaha untuk pemula dan kelas menengah ke bawah berikut, ya!

Tips #1: Lakukan studi dan riset kelayakan bisnis. 

Mungkin kamu sudah membayangkan betapa asyiknya mendapatkan pundi-pundi uang dari usahamu. Namun, sebelum memulai usaha, sebaiknya lakukan penelitian terlebih dulu tentang kelayakan bisnismu. 

Sebagus apa pun ide bisnis, jika ternyata kurang layak atau tidak sesuai dengan kondisi pasar, maka berisiko gagal. Kalau memang tampaknya ide bisnis kurang bisa berkompetisi di pasar, apakah kamu bisa menawarkan harga yang lebih murah? 

Salah satu tips memulai usaha adalah dengan coba uji ide usahamu dengan landing page sederhana yang menjelaskan manfaat produk atau jasamu. Kemudian, lihat apakah audiens mau memberikan alamat emailnya untuk diberikan info lebih lanjut. 

Jangan hanya mengacu pada emosi dan ekspektasi terlalu tinggi. Tetapi, lihat fakta dan data statistik dari penelitian bisnis. Bila perlu, kamu bisa meminta bantuan jasa riset atau studi kelayakan ide bisnis profesional sebelum memulai usaha.  

Tips #2: Membuat business plan yang prospektif. 

Mendengar istilah “business plan” saja, sebagian pebisnis pemula sudah merasa sakit kepala. Tetapi, memang dibutuhkan perencanaan bisnis untuk menjalankan usaha dengan serius. Oleh karena itu, tips memulai usaha ini perlu dilakukan.

Jangan khawatir, kamu bisa membuat business plan sendiri atau meminta bantuan jasa penulis rencana usaha profesional. Langkah pertama membuat rencana bisnis adalah menuliskan ide usaha yang akan dibangun. Cukup buat catatan tentang apa produk atau jasa yang akan diluncurkan. 

Jelaskan tentang produk, bagaimana kamu akan memasarkan/menjual, berapa harga produk jasa, siapa kompetitor, dan apa nilai lebih dari bisnismu. Untuk memahami lebih lanjut apa itu business plan, kamu bisa membaca artikel ini.

Tips #3: Kenali produk atau jasamu secara mendalam. 

Sulit menjual produk atau jasa kalau kamu sendiri tidak mengetahui “product knowledge” secara detail. Belajar dari tips memulai usaha ini untuk membesarkan bisnis, yaitu kenali produkmu.

Katakanlah, terbuat dari apa bahan produknya? Artinya, kamu perlu memahami apa saja material dan komponen produk secara detail.

Misal, kamu membuka usaha jasa plumbing atau perbaikan pipa bocor, kamu juga perlu menjelaskan suku cadang apa saja yang kamu butuhkan. Termasuk, apakah kamu membutuhkan kendaraan seperti pick up atau truk? Alat apa saja yang perlu dibeli, dan seterusnya. 

Selanjutnya, apa saja fitur dan manfaat dari produk atau layanan usahamu? Adakah perbedaan dari kompetitor?

Sebagai contoh, kamu menjual produk kue rendah gluten. Maka kamu bisa menyebutkan “kue kami lebih aman untuk yang alergi gluten”.

Jadi, sangat penting memahami apa saja keistimewaan dan keunikan dari produk atau jasa. Bagaimana kamu akan mempromosikan? Apakah harganya sudah bersaing di pasar? Bagaimana kemasannya? Dan lain-lain. 

Dengan begitu, kamu bisa menentukan harga produk atau jasa dengan tepat. Selain itu, kamu juga lebih memahami siapa pelangganmu dan bagaimana agar bisa berkomunikasi dengan calon pelanggan yang potensial. 

Tips #4: Menentukan nama bisnis dan strategi brand. 

Salah satu tips memulai usaha yang penting adalah tentukan nama bisnis dan strateginya, selain menjadi identitas, nama brand akan diingat dan dikenali oleh pelanggan di antara jutaan produk pesaing di rak toko. Pertimbangkan pula apakah nama domain .com juga tersedia. 

Berikut ini beberapa tips untuk memilih nama usaha, antara lain:

  • Menggunakan nama pemilik usaha. Contohnya : Toko Roti Agfi, Warung Ayam Geprek Bensu, Toko Baju Madonna, dll. 
  • Menciptakan nilai atau budaya yang berkesan positif untuk image usaha. Contohnya: usaha yang ramah lingkungan, marketing via medsos, dll. 
  • Pilih nama yang pendek, mudah diingat, mudah diucapkan, dan bermakna positif. 

Setelah mendapatkan nama bisnis dan domain website, saatnya mengerjakan strategi brand. Untuk membangun branding yang kredibel, dibutuhkan waktu dan komitmen. 

Misalnya, membuat logo untuk brand. Kamu bisa memakai jasa desainer logo untuk membantu membuat logo brand dengan harga terjangkau. 

Kuncinya adalah pastikan untuk memenuhi kebutuhan dasar pelanggan. Percaya deh, dengan kualitas produk atau jasa yang memuaskan, pelanggan akan datang kembali. Bahkan, memberikan promosi gratis dari “word of mouth” via akun media sosialnya.

Tips #5: Menemukan sumber modal usaha. 

Untuk memulai usaha, pastinya kamu membutuhkan modal. Modal bisa didapat dari pinjaman bank, penggalangan dana, angel investor, dll. Muncul pertanyaan sederhana, berapa modal usaha yang kamu butuhkan? 

Strategi penentuan modal menjadi salah satu tips memulai usaha, sebenarnya ini kembali ke business plan yang sudah kamu buat. Di dalamnya, ada rencana anggaran untuk melihat proyeksi keuangan usaha. 

Contohnya, kalau kamu memproyeksikan kerugian di tahun pertama sebesar Rp4.500.000, kamu mungkin ingin meningkatkan laba sekitar Rp6.000.000 – Rp7.500.000. 

Sekarang, apakah valuasi bisnismu bisa mencapai angka tersebut? Sebenarnya, tidak ada rumus pasti menentukannya. Namun, kamu masih bisa bernegosiasi dengan investor untuk mendapatkan pembagian profit yang menguntungkan dan adil. 

Tips #6: Siapkan kantor atau ruang kerja yang nyaman. 

Pada tahap awal merintis usaha, tidak perlu membuat kantor yang megah dan mewah, namun kamu atau karyawan perlu merasa nyaman agar bisa produktif ketika bekerja, itu lah mengapa hal ini menjadi salah satu poin tips memulai usaha yang cukup penting.

Apalagi, ketika baru memulai usaha, lebih baik menghemat uang untuk pos pengeluaran lain yang lebih penting. Kalau kamu memutuskan untuk membuat kantor atau tempat bisnis, pertimbangkan hal berikut: 

Furnitur

Gak masalah kok, kalau kamu memilih furnitur second. Lagipula, banyak furnitur bekas yang masih berkualitas dan layak pakai. Selain kondisinya masih 90%, harganya juga terjangkau. Jadi, kamu bisa mengisi ruang kantor dengan meja, kursi, lemari arsip, dan lainnya, tanpa bikin anggaran membengkak. 

Komunikasi

Di era digital, koneksi internet berkecepatan tinggi adalah suatu keharusan, ya. Sehingga, setiap karyawan bisa saling berkomunikasi dengan aplikasi, chat, email, dan bisa bekerja lebih nyaman. 

Teknologi 

Sebelum membeli komputer atau laptop, pikirkan apakah kamu akan WFO (Work from Office) atau WFH (Work from Home)? Sebab, kalau lebih sering WFO, komputer desktop memiliki ukuran layar yang lebih luas dan prosesor yang cepat. 

Sedangkan, laptop atau tablet layarnya memang kecil, tapi lebih mendukung mobilitas. Printer laser jet yang terjangkau juga suatu keharusan karena lebih hemat tinta kartrid untuk efisiensi budget usahamu. 

Tips #7: Mempersiapkan sistem akuntansi dengan harga terjangkau. 

Memulai usaha apa pun bagi pemula cukup riskan. Terutama, soal pengelolaan keuangan. Sangat penting bagi pebisnis mengelola pembukuan dengan benar. Karena, nantinya laporan keuangan ini akan menjadi salah satu bahan pertimbangan para investor dan pemberi pinjaman dana. 

Di era modern, tak perlu ribet dan menghabiskan banyak uang untuk membuat pembukuan. Pakai software akuntansi online yang berbasis cloud untuk kemudahan akses dan fleksibilitas manajemen keuangan.

cta tips memulai usaha

Salah satu aplikasi akuntansi yang dipercaya banyak klien di tanah air adalah Nesto Accounting Software. Aplikasi Nesto menggabungkan berbagai fitur keuangan secara instan, mulai dari smart invoicing, e-faktur dan e-note, perpajakan, laporan keuangan otomatis, dan masih banyak lagi fitur canggih lainnya.

Setelah membaca artikel tips memulai usaha ini, kamu sudah punya gambaran untuk merintis usaha? Jika usahamu sudah berjalan, segera berlangganan Nesto untuk membuktikan keunggulan fitur-fitur Nesto Accounting Software untuk majukan usahamu. Semangat!

Leave a Comment